Kisah VR Metaverse, Proyek Bakar Duit Gagal Milik Pendiri Facebook

CNN Indonesia
Sabtu, 01 Okt 2022 16:24 WIB
Proyek VR Metaverse Marck Zuckerberg bisa dibilang menjadi proyek gagal. Apa alasannya? Ilustrasi. Proyek VR metaverse milik Mark Zuckerberg menjadi proyek gagal. Foto: Tangkapan Layar Youtube Oculus
Jakarta, CNN Indonesia --

Meta menghabiskan miliaran dolar untuk visi Virtual Reality (VR) Metaverse, tetapi proyek dari Pendiri Facebook ini tampak gagal dan hanya berujung bakar duit.

Zuckerberg merupakan orang terkaya kesebelas versi Forbes dengan total kekayaan US$49,4 miliar atau sekitar Rp752,14 triliun. Namun, kekayaannya terus menurun, salah satunya, karena sejumlah proyek 'flop'. Apa contohnya?

Pada Agustus lalu, Bos Meta Mark Zuckerberg mendapat banyak ejekan di jagat maya karena avatarnya di Horizon Worlds atau Metaverse milik Meta menjadi viral di Twitter.

Tangkapan layar yang menunjukkan avatar Zuckerberg itu dibagikan bersamaan dengan peluncuran Horizon Worlds di Prancis dan Spanyol. Tangkapan layar menunjukkan avatar Zuckerberg di depan Menara Eiffel dan Sagrada Familia Barcelona.

Dilansir dari Social Media Today, gambar yang dengan cepat mengambil perhatian di Twitter ini mendapat ejekan orang-orang karena grafis beresolusi rendah, lingkungan VR yang basic, avatar sederhana, hingga grafis tahun 90-an.

Bahkan, banyak yang mempertanyakan mengapa avatar Zuckerberg begitu datar dan tak bernyawa padahal Meta telah menghabiskan miliaran dolar dan mempertaruhkan masa depannya pada kesuksesan metaverse.

Tak lama dari ejekan tersebut, Zuckerberg mengatakan pihaknya merencanakan pembaruan besar untuk grafik Virtual Reality-nya.

Zuckerberg sendiri tampak mempertaruhkan masa depan perusahaannya yang bernilai setengah triliun dolar pada visi masa depan di mana kita semua menghabiskan lebih banyak waktu di ruang virtual yang dikenal sebagai metaverse. Di ruang tersebut, kita akan beraktivitas dengan diwakili alter ego digital yang dibuat mirip dengan kita.

Masalahnya, visi masa depan yang digadang-gadang oleh Zuckerberg sejauh ini masih belum menunjukkan perkembangan positif.

"Benar-benar membingungkan bahwa Meta menghabiskan lebih dari $10 miliar untuk VR tahun lalu dan grafik di aplikasi andalannya masih terlihat lebih buruk daripada game Wii 2008," ujar kolumnis teknologi New York Times Kevin Roose dalam sebuah cuitan, dikutip dari CNN.

Meta disebut tampak kesulitan menjual visi futuristiknya setelah memposisikan dirinya sebagai pemimpin dalam industri virtual reality.

Masalah kunci yang mungkin perlu diselesaikan Zuckerberg adalah bagaimana membuat Metaverse dianggap sebagai sesuatu yang keren. Pasalnya, sesuatu yang tidak dianggap keren tidak akan mudah digandrungi orang-orang.

Avatar yang mendapat ejekan menjadi salah satu bukti Metaverse Zuckerberg dianggap tidak keren oleh publik.

Selain avatar yang buruk, kurangnya ketersediaan perangkat VR juga menjadikan visi Metaverse terhalang.

Untuk masuk ke metaverse, pertama-tama kita harus memasang perangkat besar seperti perangkat Quest US$400 Meta. Perangkat ini cukup ramping, tetapi pada akhirnya benda ini masih merupakan komputer besar yang menempel di kepala kita.

Kemudian, keterbatasan teknis juga menjadi rintangan dalam dunia Metaverse yang ingin diwujudkan Zuckerberg.

Avatar VR perlu merespons secara real time cara kita menggerakkan wajah dan tubuh kita, yang membutuhkan komputasi dan pemrosesan grafis yang kuat. Apa yang benar-benar kita perlukan untuk membuatnya terlihat meyakinkan adalah sensor ekstra yang ditempelkan di seluruh tubuh kita.

[Gambas:Video CNN]

(lom/lth)


[Gambas:Video CNN]
Lihat Semua
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER