Ahli Ungkap Spek Tersembunyi AirPods Apple: Alat Bantu Pendengaran

CNN Indonesia
Minggu, 04 Des 2022 08:23 WIB
AirPods keluaran Apple ternyata bisa dipakai untuk membantu masalah pendengaran. Enggak perlu lagi tambah-tambah alat. Ilustrasi. Airpods ternyata bisa untuk membantu pendengaran pemakainya. (dok. Apple)
Jakarta, CNN Indonesia --

True Wireless (TWS) atau earphone nirkabel keluaran Apple, AirPods, bisa dipakai untuk membantu pendengaran. Kok bisa?

Para ahli mengungkap itu karena TWS tersebut memenuhi empat dari lima standar personal sound amplification products (PSAP) atau produk amplifikasi suara pribadi.

Pendengaran merupakan salah satu indra yang penting untuk manusia, sehingga gangguan pada bagian ini dapat mengganggu aktivitas sehari-hari.

Penderita gangguan pendengaran umumnya menggunakan alat bantu pendengaran untuk meningkatkan kemampuan mendengarnya. Sayangnya, alat bantu dengar profesional harganya cukup mahal dan membutuhkan banyak kunjungan ke otolaryngologists dan audiologists untuk penyetelan.

Faktor-faktor tersebut menyebabkan hambatan besar bagi banyak orang untuk mengakses alat bantu dengar profesional. Dalam sebuah studi, diperkirakan hampir 75 persen orang dengan gangguan pendengaran di Amerika Serikat tidak menggunakan alat bantu dengar.

"Ada juga stigma sosial yang terkait dengan alat bantu dengar," kata Yen-fu Cheng, penulis korespondensi studi tersebut dan ahli THT di Rumah Sakit Umum Veteran Taipei, seperti dikutip ScienceDaily.

"Banyak pasien yang enggan memakainya karena tidak ingin terlihat tua. Jadi, kami mulai mencari alternatif lain yang lebih terjangkau," imbuhnya.

Apple dengan AirPodsnya disebut sebagai salah satu alternatif yang mungkin dapat digunakan oleh mereka yang butuh alat bantu pendengaran.

Apple mengeluarkan fitur bernama "Live Listen" pada 2016 yang memungkinkan penggunanya menggunakan AirPods dan iPhone untuk melakukan amplifikasi atau penguatan suara. Fitur tersebut membuat AirPods secara fungsional mirip dengan PSAP.

Fitur ini sendiri dirancang Apple bagi orang dengan pendengaran normal untuk menikmati acara-acara tertentu seperti mengamati burung.

Cheng dan timnya kemudian menyelidiki apakah AirPods dapat berfungsi sebagai alat bantu dengar alternatif. Tim membandingkan AirPods 2 dan AirPods Pro yang keduanya dibekali fitur noise cancellation dengan jenis alat bantu dengar premium dan sepasang alat bantu dengar model dasar.

Alat bantu dengar premium berharga US$10.000 atau sekitar Rp150 juta, dan tipe dasar berharga US$1.500 atau sekitar Rp22,5 juta.

Dari segi harga, kedua model AirPods jauh lebih murah daripada alat bantu dengar, dengan AirPods 2 seharga US$129 Rp1,95 juta dan AirPods Pro seharga US$249 atau sekitar Rp3,75 juta. Terlebih, AirPods Pro memenuhi empat dari lima standar teknologi untuk alat bantu dengar.

Dilansir dari jurnal iScience yang menerbitkan studi tersebut, lima standar tersebut terkait kehalusan respons frekuensi, bandwidth respons frekuensi, Max OSPL90, distorsi harmonik total (THD), dan EIN.

Cheng dan tim kemudian menguji empat perangkat dengan 21 peserta yang memiliki gangguan pendengaran ringan hingga sedang. Para peneliti membacakan kalimat pendek, seperti "tagihan listrik naik baru-baru ini," kepada peserta, yang akan peserta ulangi kata demi kata saat mereka memakai perangkat.

Hasilnya, para peneliti menemukan AirPods Pro memiliki kinerja yang sama baiknya dengan dengan alat bantu dengar biasa di lingkungan yang sunyi dan sedikit lebih rendah dari alat bantu dengar premium.

Sementara itu, meski AirPods 2 memiliki kinerja terendah di antara keempatnya, perangkat ini masih membantu peserta mendengar lebih jelas dibandingkan dengan tidak memakai alat bantu dengar.

Di lingkungan yang bising, AirPods Pro menunjukkan performa yang sebanding dengan alat bantu dengar premium saat suara bising datang dari arah samping peserta. Namun saat suara bising datang dari depan peserta, kedua model AirPods gagal membantu peserta mendengar lebih baik.

"Dua alasan mungkin menjelaskan perbedaan antara dua skenario," kata Ying-Hui Lai, rekan penulis studi dan bioengineer di National Yang Ming Chiao Tung University di Taipei.

"Ini mungkin terkait dengan lintasan gelombang suara, serta algoritme pemrosesan sinyal canggih oleh alat bantu dengar premium. Temuan ini diharapkan akan menginspirasi para insinyur untuk merancang alat bantu dengar dan produk amplifikasi suara pribadi yang lebih sensitif ke arah tertentu." tambahnya.

Lai menambahkan bahwa AirPods Pro tampak bekerja lebih baik daripada AirPods 2, kemungkinan besar karena fitur peredam kebisingannya yang lebih baik.

"Secara global, pasar earphone nirkabel berkembang pesat. Beberapa perusahaan tertarik untuk menjajaki kemungkinan merancang earbud dengan fitur amplifikasi suara. Studi kami membuktikan bahwa ide tersebut masuk akal," kata Lai.

Lebih lanjut, Cheng mengatakan membujuk pasien untuk menggunakan alat bantu dengar seringkali menantang. Sehingga kehadiran alat alternatif seperti ini merupakan hal yang baik.

"Earbud nirkabel ini tentu saja tidak sempurna, tetapi akan menjadi titik awal yang baik bagi banyak pasien yang tidak memiliki akses ke alat bantu dengar profesional. Mereka akan melihat peningkatan kualitas hidup bahkan dengan earbud ini." kata Cheng.

[Gambas:Video CNN]

(lom/lth)
SAAT INI
BERITA UTAMA
REKOMENDASI
TERBARU
LAINNYA DI DETIKNETWORK
LIVE REPORT
LIHAT SELENGKAPNYA

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

TERPOPULER