Generasi terbaru AI GPT-4 punya ragam keunggulan. (Jonathan Raa/NurPhoto via Getty Images)
Jakarta, CNN Indonesia --
Kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru dari OpenAI, GPT 4, diklaim punya sederet keunggulan dibanding generasi terdahulu dan kompetitotornya.
Saat merilisnya pada Selasa (14/3), perusahaan memperingatkan perbedaan antara GPT-4 dan pendahulunya "tidak kentara" dalam percakapan biasa. Meskipun, sistem ini memiliki banyak kemampuan baru.
Perubahan itu di antaranya dapat memproses gambar dan OpenAI mengatakan itu umumnya lebih baik dalam tugas kreatif dan pemecahan masalah.
Dikutip dari The Verge, Pemeriksaan fakta juga merupakan tantangan platform ketika GPT-4 dengan percaya diri memberi pengguna tentang cara menciptakan senyawa kimia baru, misalnya.
Pengguna tidak akan tahu apakah itu benar sampai pengguna harus bertanya kepada beberapa ahli kimia yang sebenarnya.
Seperti yang dinyatakan dengan jelas oleh OpenAI dalam laporan teknisnya, batasan terbesar GPT-4 adalah bahwa ia "berhalusinasi", mengada-ada soal informasi, dan dianggap sering "salah dalam prediksinya". "
Selain peringatan ini, GPT-4 menarik secara teknis dan sudah diintegrasikan ke dalam produk massal seperti Microsoft Word, Excel, Outlook, hingga Bing.
Berikut sederet keunggulan dari GPT-4 yang terbilang 'gila' untuk ukuran AI dikutip dari berbagai sumber:
Memproses gambar
Inilah perbedaan praktis terbesar antara GPT-4 dan pendahulunya. Sistemnya multimodal, artinya dapat mengurai gambar dan teks, sedangkan GPT-3.5 hanya dapat memproses teks.
Ini berarti GPT-4 dapat menganalisis konten gambar dan menghubungkan informasi tersebut dengan pertanyaan tertulis.
The New York Times menyoroti demo GPT-4 yang menjawab pertanyaan soal makanan apa yang bisa Anda buat dengan bahan-bahan yang diperlihatkan dalam gambar isi kulkas yang turut diunggah dalam prompt itu.
GPT-4 pun menjawab dengan memberikan beberapa contoh pangan, baik yang gurih maupun yang manis. Namun, perlu dicatat bahwa salah satu saran ini membutuhkan bahan yang sepertinya tidak ada di gambar: tortilla.
Dalam pengumumannya, OpenAI juga menunjukkan kemampuan GPT-4 untuk menjelaskan lelucon dari serangkaian gambar yang menampilkan smartphone dengan pengisi daya yang salah dan menjelaskan mengapa itu lucu.
"Humor dalam gambar ini berasal dari kekonyolan mencolokkan konektor VGA besar yang sudah ketinggalan zaman ke port pengisian daya ponsel cerdas modern yang kecil," respons GPT-4.
Meskipun mungkin terdengar mudah, dikutip dari CNN, membedah lelucon lebih rumit untuk digunakan oleh alat kecerdasan buatan karena butuh konteks.
Membuat kode pemrograman
Dalam demo yang dialirkan oleh OpenAI setelah pengumuman, perusahaan juga menunjukkan bagaimana GPT-4 dapat membuat kode untuk situs web berdasarkan sketsa yang digambar tangan misalnya.
OpenAI juga bekerja dengan startup Be My Eyes, yang menggunakan pengenalan objek atau sukarelawan manusia untuk membantu orang dengan masalah penglihatan, untuk meningkatkan aplikasi perusahaan dengan GPT-4.
Fungsionalitas semacam ini tidak sepenuhnya unik, tetapi OpenAI mengklaim GPT-4 dapat "menghasilkan tingkat konteks dan pemahaman yang sama dengan sukarelawan manusia.
OpenAI bisa menjelaskan penglihatan di sekitar pengguna, meringkas halaman web yang berantakan, atau menjawab pertanyaan tentang apa yang "dilihatnya".
Fungsinya belum aktif tetapi "akan berada di tangan pengguna dalam beberapa minggu," kata perusahaan.
Beberapa pengguna GPT-4 yang tanpa atau sedikit banget pengetahuan pengkodean sebelumnya juga bisa membuat ulang game ikonik seperti Pong, Tetris, atau Snake setelah mengikuti petunjuk dari platform itu. Yang lain telah membuat game orisinal mereka sendiri.
OpenAI mengklaim GPT-4 dapat menulis kode dalam semua bahasa pemrograman utama.
"Kemampuan bahasa yang kuat dari GPT-4 akan digunakan untuk segala hal mulai dari storyboard, pembuatan karakter, hingga pembuatan konten game," kata Arun Chandrasekaran, seorang analis di Gartner Research.
"Ini bisa memunculkan penyedia game yang lebih independen di masa depan. Namun di luar game itu sendiri, GPT-4 dan model serupa dapat digunakan untuk membuat konten pemasaran seputar pratinjau game, membuat artikel berita, dan bahkan memoderasi papan diskusi game."
Bahasa yang lebih baik dan lintas bisnis di halaman berikutnya...
Nalar lebih baik
OpenAI mengklaim GPT-4 lebih baik dalam tugas yang membutuhkan kreativitas atau penalaran tingkat lanjut.
Selama demo perusahaan pada peluncuran GPT-4, salah satu pendiri OpenAI, Greg Brockman, memintanya untuk meringkas bagian dari postingan blog hanya dengan menggunakan kata yang dimulai dengan "g".
"Kami sukses untuk [GPT] 4, tetapi tidak pernah benar-benar sampai di sana dengan [GPT] 3,5," kata Brockman sebelum memulai demo.
Dalam video OpenAI, GPT-4 merespons dengan kalimat yang cukup dapat dimengerti dengan hanya satu kata yang tidak dimulai dengan huruf "g".
Selain itu kedua model diminta untuk mengubah artikel menjadi puisi berima. Hasilnya GPT-4 jelas melakukan pekerjaan yang lebih baik di sini.
Jawaban lebih detil dan panjang
Model bahasa AI selalu dibatasi oleh jumlah teks yang dapat disimpan dalam memori jangka pendeknya. Namun, OpenAI secara drastis memperluas kemampuan ini untuk GPT-4.
OpenAI mengklaim, dibandingkan dengan versi sebelumnya, GPT-4 mampu menghasilkan respons tertulis yang lebih panjang, lebih detail, dan lebih andal.
Sistem saat ini bisa memproses seluruh makalah ilmiah dan novel sekaligus, memungkinkannya untuk menjawab pertanyaan yang lebih rumit dan menghubungkan lebih banyak detail dalam pertanyaan yang diberikan.
Perlu dicatat, GPT-4 tidak memiliki karakter atau jumlah kata, tetapi mengukur masukan dan keluarannya dalam satuan yang dikenal sebagai "token".
Proses tokenisasi ini cukup rumit, tetapi yang perlu pengguna ketahui adalah bahwa sebuah token kira-kira sama dengan empat karakter dan 75 kata umumnya membutuhkan sekitar 100 token.
Jumlah maksimum token yang dapat digunakan GPT-3.5 adalah sekitar 3.000 sampai 4.000 kata. Sedangkan GPT-4 dapat memproses sekitar 32.000 token, yang menurut OpenAI mampu mengahsilkan sekitar 25.000 kata.
Ini membuatnya bisa merespons instruksi terperinci bahkan untuk skenario yang paling unik, mulai dari cara membersihkan tangki ikan piranha hingga mengekstraksi DNA stroberi.
Joshua Browder, CEO chatbot layanan hukum DoNotPay, mengatakan perusahaannya sedang berupaya menggunakan platform ini untuk menghasilkan "gugatan satu klik" untuk menuntut robocaller.
Hal ini bisa jadi indikasi awal potensi besar GPT-4 untuk mengubah cara orang bekerja di seluruh industri.
"Bayangkan, menerima panggilan, mengklik tombol, [panggilan] ditranskripsi, dan gugatan 1.000 kata pun dihasilkan. GPT-3.5 tidak cukup baik, tetapi GPT-4 menangani pekerjaan itu dengan sangat baik," kicau Browder.
Sementara itu, Jake Kozloski, CEO situs kencan Keeper, mengatakan perusahaannya menggunakan alat tersebut agar lebih cocok dengan penggunanya.
Su dari ABI Research menyebut kita mungkin juga akan melihat kemajuan besar dalam "[dasbor] mobil yang terhubung, diagnosis jarak jauh dalam perawatan kesehatan, dan aplikasi AI lainnya yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan".
Jakarta, CNN Indonesia --
Kecerdasan buatan (AI) generasi terbaru dari OpenAI, GPT 4, diklaim punya sederet keunggulan dibanding generasi terdahulu dan kompetitotornya.
Saat merilisnya pada Selasa (14/3), perusahaan memperingatkan perbedaan antara GPT-4 dan pendahulunya "tidak kentara" dalam percakapan biasa. Meskipun, sistem ini memiliki banyak kemampuan baru.
Perubahan itu di antaranya dapat memproses gambar dan OpenAI mengatakan itu umumnya lebih baik dalam tugas kreatif dan pemecahan masalah.
Dikutip dari The Verge, Pemeriksaan fakta juga merupakan tantangan platform ketika GPT-4 dengan percaya diri memberi pengguna tentang cara menciptakan senyawa kimia baru, misalnya.
Pengguna tidak akan tahu apakah itu benar sampai pengguna harus bertanya kepada beberapa ahli kimia yang sebenarnya.
Seperti yang dinyatakan dengan jelas oleh OpenAI dalam laporan teknisnya, batasan terbesar GPT-4 adalah bahwa ia "berhalusinasi", mengada-ada soal informasi, dan dianggap sering "salah dalam prediksinya". "
Selain peringatan ini, GPT-4 menarik secara teknis dan sudah diintegrasikan ke dalam produk massal seperti Microsoft Word, Excel, Outlook, hingga Bing.
Berikut sederet keunggulan dari GPT-4 yang terbilang 'gila' untuk ukuran AI dikutip dari berbagai sumber:
Memproses gambar
Inilah perbedaan praktis terbesar antara GPT-4 dan pendahulunya. Sistemnya multimodal, artinya dapat mengurai gambar dan teks, sedangkan GPT-3.5 hanya dapat memproses teks.
Ini berarti GPT-4 dapat menganalisis konten gambar dan menghubungkan informasi tersebut dengan pertanyaan tertulis.
The New York Times menyoroti demo GPT-4 yang menjawab pertanyaan soal makanan apa yang bisa Anda buat dengan bahan-bahan yang diperlihatkan dalam gambar isi kulkas yang turut diunggah dalam prompt itu.
GPT-4 pun menjawab dengan memberikan beberapa contoh pangan, baik yang gurih maupun yang manis. Namun, perlu dicatat bahwa salah satu saran ini membutuhkan bahan yang sepertinya tidak ada di gambar: tortilla.
Dalam pengumumannya, OpenAI juga menunjukkan kemampuan GPT-4 untuk menjelaskan lelucon dari serangkaian gambar yang menampilkan smartphone dengan pengisi daya yang salah dan menjelaskan mengapa itu lucu.
"Humor dalam gambar ini berasal dari kekonyolan mencolokkan konektor VGA besar yang sudah ketinggalan zaman ke port pengisian daya ponsel cerdas modern yang kecil," respons GPT-4.
Meskipun mungkin terdengar mudah, dikutip dari CNN, membedah lelucon lebih rumit untuk digunakan oleh alat kecerdasan buatan karena butuh konteks.
Membuat kode pemrograman
Dalam demo yang dialirkan oleh OpenAI setelah pengumuman, perusahaan juga menunjukkan bagaimana GPT-4 dapat membuat kode untuk situs web berdasarkan sketsa yang digambar tangan misalnya.
OpenAI juga bekerja dengan startup Be My Eyes, yang menggunakan pengenalan objek atau sukarelawan manusia untuk membantu orang dengan masalah penglihatan, untuk meningkatkan aplikasi perusahaan dengan GPT-4.
Fungsionalitas semacam ini tidak sepenuhnya unik, tetapi OpenAI mengklaim GPT-4 dapat "menghasilkan tingkat konteks dan pemahaman yang sama dengan sukarelawan manusia.
OpenAI bisa menjelaskan penglihatan di sekitar pengguna, meringkas halaman web yang berantakan, atau menjawab pertanyaan tentang apa yang "dilihatnya".
Fungsinya belum aktif tetapi "akan berada di tangan pengguna dalam beberapa minggu," kata perusahaan.
Beberapa pengguna GPT-4 yang tanpa atau sedikit banget pengetahuan pengkodean sebelumnya juga bisa membuat ulang game ikonik seperti Pong, Tetris, atau Snake setelah mengikuti petunjuk dari platform itu. Yang lain telah membuat game orisinal mereka sendiri.
OpenAI mengklaim GPT-4 dapat menulis kode dalam semua bahasa pemrograman utama.
"Kemampuan bahasa yang kuat dari GPT-4 akan digunakan untuk segala hal mulai dari storyboard, pembuatan karakter, hingga pembuatan konten game," kata Arun Chandrasekaran, seorang analis di Gartner Research.
"Ini bisa memunculkan penyedia game yang lebih independen di masa depan. Namun di luar game itu sendiri, GPT-4 dan model serupa dapat digunakan untuk membuat konten pemasaran seputar pratinjau game, membuat artikel berita, dan bahkan memoderasi papan diskusi game."
Bahasa yang lebih baik dan lintas bisnis di halaman berikutnya...
Penalaran Hingga Detil
Ilustrasi. Coding kini bisa dihasilkan secara detil via GPT-4. (Pixabay/StockSnap)
Nalar lebih baik
OpenAI mengklaim GPT-4 lebih baik dalam tugas yang membutuhkan kreativitas atau penalaran tingkat lanjut.
Selama demo perusahaan pada peluncuran GPT-4, salah satu pendiri OpenAI, Greg Brockman, memintanya untuk meringkas bagian dari postingan blog hanya dengan menggunakan kata yang dimulai dengan "g".
"Kami sukses untuk [GPT] 4, tetapi tidak pernah benar-benar sampai di sana dengan [GPT] 3,5," kata Brockman sebelum memulai demo.
Dalam video OpenAI, GPT-4 merespons dengan kalimat yang cukup dapat dimengerti dengan hanya satu kata yang tidak dimulai dengan huruf "g".
Selain itu kedua model diminta untuk mengubah artikel menjadi puisi berima. Hasilnya GPT-4 jelas melakukan pekerjaan yang lebih baik di sini.
Jawaban lebih detil dan panjang
Model bahasa AI selalu dibatasi oleh jumlah teks yang dapat disimpan dalam memori jangka pendeknya. Namun, OpenAI secara drastis memperluas kemampuan ini untuk GPT-4.
OpenAI mengklaim, dibandingkan dengan versi sebelumnya, GPT-4 mampu menghasilkan respons tertulis yang lebih panjang, lebih detail, dan lebih andal.
Sistem saat ini bisa memproses seluruh makalah ilmiah dan novel sekaligus, memungkinkannya untuk menjawab pertanyaan yang lebih rumit dan menghubungkan lebih banyak detail dalam pertanyaan yang diberikan.
Perlu dicatat, GPT-4 tidak memiliki karakter atau jumlah kata, tetapi mengukur masukan dan keluarannya dalam satuan yang dikenal sebagai "token".
Proses tokenisasi ini cukup rumit, tetapi yang perlu pengguna ketahui adalah bahwa sebuah token kira-kira sama dengan empat karakter dan 75 kata umumnya membutuhkan sekitar 100 token.
Jumlah maksimum token yang dapat digunakan GPT-3.5 adalah sekitar 3.000 sampai 4.000 kata. Sedangkan GPT-4 dapat memproses sekitar 32.000 token, yang menurut OpenAI mampu mengahsilkan sekitar 25.000 kata.
Ini membuatnya bisa merespons instruksi terperinci bahkan untuk skenario yang paling unik, mulai dari cara membersihkan tangki ikan piranha hingga mengekstraksi DNA stroberi.
Joshua Browder, CEO chatbot layanan hukum DoNotPay, mengatakan perusahaannya sedang berupaya menggunakan platform ini untuk menghasilkan "gugatan satu klik" untuk menuntut robocaller.
Hal ini bisa jadi indikasi awal potensi besar GPT-4 untuk mengubah cara orang bekerja di seluruh industri.
"Bayangkan, menerima panggilan, mengklik tombol, [panggilan] ditranskripsi, dan gugatan 1.000 kata pun dihasilkan. GPT-3.5 tidak cukup baik, tetapi GPT-4 menangani pekerjaan itu dengan sangat baik," kicau Browder.
Sementara itu, Jake Kozloski, CEO situs kencan Keeper, mengatakan perusahaannya menggunakan alat tersebut agar lebih cocok dengan penggunanya.
Su dari ABI Research menyebut kita mungkin juga akan melihat kemajuan besar dalam "[dasbor] mobil yang terhubung, diagnosis jarak jauh dalam perawatan kesehatan, dan aplikasi AI lainnya yang sebelumnya tidak mungkin dilakukan".