Ilustrasi. Proyek jaringan serat optik yang menghubungkan seluruh wilayah RI masih jalan di Kominfo. (iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --
Penetapan Johnny G. Plate sebagai tersangka kasus Base Transceiver Station (BTS) jaringan 4G diklaim tak mengganggu proyek yang diviralkan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, 'Tol Langit'. Masih ingat dengan program ini?
Sebelumnya, Plate ditetapkan sebagai jadi tersangka korupsi proyek di Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo oleh Kejaksaan Agung, Rabu (17/5).
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengungkap kerugian negara dari proyek itu mencapai Rp8 triliunan.
Presiden Joko Widodo kemudian menunjuk Mahfud sebagai Pelaksana Tuigas Menkominfo pada Jumat (19/5).
Proyek BTS 4G ini sendiri merupakan bagian dari program 'Tol Langit' yang digaungkan Ma'ruf Amin sejak debat calon wakil president (cawapres), Minggu (17/3/2019).
Saat itu, mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut mengklaim Tol Langit akan mempermudah praktik digitalisasi di Indonesia, khususnya pengguna internet.
"Apa itu tol langit, itu lho yang buat orang internet, bisa digital. Itu ada tol langitnya," kata Ma'ruf, dalam debat di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (24/2/2019).
Ia juga menyebut Tol Langit dapat membantu perusahaan rintisan atau startup naik kasta menjadi unicorn atau korporasi dengan valuasi lebih dari US$1 miliar.
"Namanya itu startup. Nanti kalau sudah besar yang kata Pak Jokowi jadi unicorn. Tahu ya?" ucap Ma'ruf ketika itu.
Pasca-debat cawapres itu, Tol Langit pun viral di media sosial, dalam konteks positif dan negatif.
Perpaduan
Rudiantara, saat masih menjabat Menkominfo, menjelaskan istilah dari 'Tol Langit' itu merupakan kombinasi dari Proyek Palapa Ring dan satelit multifungsi yang dimiliki RI.
"Kita (pemerintah) pastikan, di Indonesia tidak akan ada lagi internet lemot. Ini barangkali yang disebut Tol Langit, kombinasi antara Palapa Ring dengan Satelit," kata dia, di acara HIMPUNI di Jakarta, Rabu, (3/4/2019), dikutip dari situs Kominfo.
Proyek ini sendiri tercatat sudah ada sejak era Presiden SBY dengan Menkominfo-nya Tifatul Sembiring lewat program "Indonesia Connected". Prinsipnya sama, menghubungkan seluruh wilayah dengan jaringan broadband Palapa Ring.
Berdasarkan keterangan resmi Kominfo pada 2013, Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer.
Proyek ini terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) dan satu backhaul atau infrastruktur telekomunikasi yang menghubungkan semuanya.
Pembangunan jaringan serat optik nasional ini ditargetkan menjangkau seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Proyek Palapa Ring ini akan mengintegrasikan jaringan yang sudah ada (existing network) dengan jaringan baru (new network) di wilayah timur Indonesia (Palapa Ring-Timur).
Palapa Ring-Timur akan dibangun sejauh 4.450 km yang terdiri dari sub marine cable sejauh 3.850 km dan land cable sepanjang 600 km. Landing point-nya ada di 15 titik di 21 kota/kabupaten.
Jaringan tersebut berkapasitas 100 GB (Upgradeable 160 GB) dengan mengusung konsep ring, dua pair (empat core).
"Strategi pembangunan proyek Palapa Ring ini adalah dengan membentuk suatu konsorsium dimana anggota konsorsium terdiri dari penyelenggara telekomunikasi di tanah air."
Nasib terkini 'Tol Langit' di halaman berikutnya...
Di era kepemimpinan Johnny G Plate di Kominfo, proyek jaringan serat optik di RI diperluas menjadi Palapa Ring Integrasi sebagai bagian Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak 2022.
Proyek ini ditargetkan akan membentang sejauh 12.261 km melintasi 14 provinsi dan 78 kabupaten dan kota. Pengintegrasian ini diklaim akan berpotensi meningkatkan cakupan layanan internet kepada 10.091 perusahaan dan 16,4 juta populasi yang saat ini masih belum terlayani internet.
Di akhir 2022, Kominfo mengungkap total jaringan serat optik di RI mencapai 459.111 km, termasuk 12.229 km jaringan milik pemerintah yaitu Palapa Ring.
Saat itu, proyek Palapa Ring Integrasi memasuki fase penyiapan, setelah studi kelayakan sejak 2020. Targetnya, Jaringan Palapa Ring Integrasi beroperasi pada 2025.
Pada 2023, BAKTI Kominfo ditargetkan akan melelang proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) itu, "dan setelah financial closing, konstruksi akan berlangsung."
Kelanjutan proyek
Merespons kasus ini, Wapres Ma'ruf Amin menegaskan program Tol Langit terus berlanjut meskipun proyek BTS bermasalah.
"Tol Langit itu memang sudah menjadi program nasional dan program strategis nasional. Karena itu, apapun yang terjadi akibat misalnya kemungkinan terjadinya korupsi itu, Tol Langit akan terus [berlanjut]," ucap dia, di Badung, Bali, Selasa (23/5), dikutip dari situs wapresri.
"Sekarang juga sudah ada pejabat sementara, dan mungkin nanti akan ada pejabat yang akan terus menyelesaikan program kita," ungkapnya.
Menurut Wapres, program Tol Langit sangat penting untuk perekonomian dan pembelajaran jarak jauh.
"NKRI bukan hanya kita wujudkan dalam bentuk politik tetapi dalam bentuk pelayanan, baik pelayanan yang sifatnya pembangunan jalan, pembangunan fasilitas dasar, [dan] juga termasuk fasilitas internet dan komunikasi," paparnya.
Senada, Mahfud menyatakan proyek strategis nasional seperti BTS 4G BAKTI Kominfo, Satria Satellite, dan Palapa Ring, tetap dilanjutkan usai kasus Plate sesuai dengan pesan Presiden Jokowi.
"Karena [proyek BTS] ini sudah berjalan sejak tahun 2006, berjalan baik sampai tahun 2019, dan baru bermasalah tahun 2020 dan 2021," tuturnya.
"Sehingga kalau ini tidak diteruskan akan mengalami kerugian yang luar biasa selama 16 tahun mengerjakan ini," lanjut Mahfud.
Jakarta, CNN Indonesia --
Penetapan Johnny G. Plate sebagai tersangka kasus Base Transceiver Station (BTS) jaringan 4G diklaim tak mengganggu proyek yang diviralkan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, 'Tol Langit'. Masih ingat dengan program ini?
Sebelumnya, Plate ditetapkan sebagai jadi tersangka korupsi proyek di Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kominfo oleh Kejaksaan Agung, Rabu (17/5).
Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) mengungkap kerugian negara dari proyek itu mencapai Rp8 triliunan.
Presiden Joko Widodo kemudian menunjuk Mahfud sebagai Pelaksana Tuigas Menkominfo pada Jumat (19/5).
Proyek BTS 4G ini sendiri merupakan bagian dari program 'Tol Langit' yang digaungkan Ma'ruf Amin sejak debat calon wakil president (cawapres), Minggu (17/3/2019).
Saat itu, mantan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) tersebut mengklaim Tol Langit akan mempermudah praktik digitalisasi di Indonesia, khususnya pengguna internet.
"Apa itu tol langit, itu lho yang buat orang internet, bisa digital. Itu ada tol langitnya," kata Ma'ruf, dalam debat di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (24/2/2019).
Ia juga menyebut Tol Langit dapat membantu perusahaan rintisan atau startup naik kasta menjadi unicorn atau korporasi dengan valuasi lebih dari US$1 miliar.
"Namanya itu startup. Nanti kalau sudah besar yang kata Pak Jokowi jadi unicorn. Tahu ya?" ucap Ma'ruf ketika itu.
Pasca-debat cawapres itu, Tol Langit pun viral di media sosial, dalam konteks positif dan negatif.
Perpaduan
Rudiantara, saat masih menjabat Menkominfo, menjelaskan istilah dari 'Tol Langit' itu merupakan kombinasi dari Proyek Palapa Ring dan satelit multifungsi yang dimiliki RI.
"Kita (pemerintah) pastikan, di Indonesia tidak akan ada lagi internet lemot. Ini barangkali yang disebut Tol Langit, kombinasi antara Palapa Ring dengan Satelit," kata dia, di acara HIMPUNI di Jakarta, Rabu, (3/4/2019), dikutip dari situs Kominfo.
Proyek ini sendiri tercatat sudah ada sejak era Presiden SBY dengan Menkominfo-nya Tifatul Sembiring lewat program "Indonesia Connected". Prinsipnya sama, menghubungkan seluruh wilayah dengan jaringan broadband Palapa Ring.
Berdasarkan keterangan resmi Kominfo pada 2013, Palapa Ring merupakan proyek infrastruktur telekomunikasi berupa pembangunan serat optik di seluruh Indonesia sepanjang 36.000 kilometer.
Proyek ini terdiri atas tujuh lingkar kecil serat optik (untuk wilayah Sumatera, Jawa, Kalimantan, Nusa Tenggara, Papua, Sulawesi, dan Maluku) dan satu backhaul atau infrastruktur telekomunikasi yang menghubungkan semuanya.
Pembangunan jaringan serat optik nasional ini ditargetkan menjangkau seluruh kabupaten/kota di Indonesia.
Proyek Palapa Ring ini akan mengintegrasikan jaringan yang sudah ada (existing network) dengan jaringan baru (new network) di wilayah timur Indonesia (Palapa Ring-Timur).
Palapa Ring-Timur akan dibangun sejauh 4.450 km yang terdiri dari sub marine cable sejauh 3.850 km dan land cable sepanjang 600 km. Landing point-nya ada di 15 titik di 21 kota/kabupaten.
Jaringan tersebut berkapasitas 100 GB (Upgradeable 160 GB) dengan mengusung konsep ring, dua pair (empat core).
"Strategi pembangunan proyek Palapa Ring ini adalah dengan membentuk suatu konsorsium dimana anggota konsorsium terdiri dari penyelenggara telekomunikasi di tanah air."
Nasib terkini 'Tol Langit' di halaman berikutnya...
Perluasan Proyek di Era Plate
Istilah Tol Langit dilontarkan Ma'ruf dalam debat cawapres 2019. (CNN Indonesia/Andry Novelino)
Di era kepemimpinan Johnny G Plate di Kominfo, proyek jaringan serat optik di RI diperluas menjadi Palapa Ring Integrasi sebagai bagian Proyek Strategis Nasional (PSN) sejak 2022.
Proyek ini ditargetkan akan membentang sejauh 12.261 km melintasi 14 provinsi dan 78 kabupaten dan kota. Pengintegrasian ini diklaim akan berpotensi meningkatkan cakupan layanan internet kepada 10.091 perusahaan dan 16,4 juta populasi yang saat ini masih belum terlayani internet.
Di akhir 2022, Kominfo mengungkap total jaringan serat optik di RI mencapai 459.111 km, termasuk 12.229 km jaringan milik pemerintah yaitu Palapa Ring.
Saat itu, proyek Palapa Ring Integrasi memasuki fase penyiapan, setelah studi kelayakan sejak 2020. Targetnya, Jaringan Palapa Ring Integrasi beroperasi pada 2025.
Pada 2023, BAKTI Kominfo ditargetkan akan melelang proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) itu, "dan setelah financial closing, konstruksi akan berlangsung."
Kelanjutan proyek
Merespons kasus ini, Wapres Ma'ruf Amin menegaskan program Tol Langit terus berlanjut meskipun proyek BTS bermasalah.
"Tol Langit itu memang sudah menjadi program nasional dan program strategis nasional. Karena itu, apapun yang terjadi akibat misalnya kemungkinan terjadinya korupsi itu, Tol Langit akan terus [berlanjut]," ucap dia, di Badung, Bali, Selasa (23/5), dikutip dari situs wapresri.
"Sekarang juga sudah ada pejabat sementara, dan mungkin nanti akan ada pejabat yang akan terus menyelesaikan program kita," ungkapnya.
Menurut Wapres, program Tol Langit sangat penting untuk perekonomian dan pembelajaran jarak jauh.
"NKRI bukan hanya kita wujudkan dalam bentuk politik tetapi dalam bentuk pelayanan, baik pelayanan yang sifatnya pembangunan jalan, pembangunan fasilitas dasar, [dan] juga termasuk fasilitas internet dan komunikasi," paparnya.
Senada, Mahfud menyatakan proyek strategis nasional seperti BTS 4G BAKTI Kominfo, Satria Satellite, dan Palapa Ring, tetap dilanjutkan usai kasus Plate sesuai dengan pesan Presiden Jokowi.