Ilustrasi. Ada enam aplikasi yang bisa jadi alternatif pengganti Twitter. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah pengguna Twitter belakangan mengeluhkan banyaknya perubahan di platform berlogo burung ini. Apa ini saatnya berpindah ke media sosial lain?
Sejak akuisisi Twitter oleh Elon Musk, platform ini mengalami banyak perubahan, mulai dari algoritma linimasa, verifikasi berbayar, hingga yang terbaru pembatasan konten yang dapat dilihat dan diunggah pengguna.
Sederet perubahan tersebut membuat banyak pengguna mengeluh karena pengalamannya di Twitter tak sama seperti sebelumnya.
Beberapa media sosial alternatif bisa Anda gunakan jika ingin beralih dari Twitter. Dikutip dari Variety, berikut 6 media sosial alternatif untuk menggantikan Twitter:
1. Mastodon
Mastodon diluncurkan pada 2016 dan mulai populer pada 2022. Mastodon didefinisikan sebagai "platform jejaring sosial yang tidak untuk dijual."
Platform ini sendiri dibuat oleh programmer Jerman Eugen Rochko.
Perbedaan utama antara Mastodon dan Twitter adalah Mastodon terdesentralisasi dan dioperasikan oleh banyak server independen. Pengguna dapat bergabung dengan berbagai server berdasarkan topik utama yang berbeda.
Platform ini memiliki 10 juta pengguna terdaftar, menjadikannya situs yang paling banyak dikunjungi oleh para pengguna Twitter.
Baru-baru ini, Mastodon meluncurkan pembaruan untuk aplikasinya di Android.
Dikutip Tech Crunch, Rochko menyebut aplikasi Android yang baru dirilis ini memiliki puluhan cara untuk menyesuaikan pengalaman pengguna di layar pengaturan yang baru.
Yakni, mulai dari kemampuan untuk mengubah bahasa posting default, mengingatkan pengguna untuk menambahkan teks alternatif untuk unggahan media, hingga kemampuan untuk menyembunyikan penghitung "boost" dan "favorit" atau retweet versi Mastodon.
Pengguna Android juga dapat mengakses informasi tentang server yang terhubung dengan mereka dan melihat aturannya.
2. Bluesky
Bluesky didirikan pada 2021 oleh mantan CEO Twitter Jack Dorsey. Saat ini, platform yang saat ini beroperasi dengan format undangan ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah konten hingga 300 karakter.
Dikarenakan platform ini lebih eksklusif, saat ini hanya ada sekitar 180.000 pengguna dengan 1,9 juta orang dalam daftar tunggu untuk bergabung.
Bluesky beroperasi dengan menggunakan Protokol AT yang disebut menguntungkan untuk "membuka era baru eksperimen dan inovasi dalam media sosial."
Situs web resmi media sosial ini mengatakan "para peneliti dan komunitas akan memiliki kemampuan untuk terjun untuk membantu memecahkan masalah yang dihadapi jejaring sosial saat ini, dan para pengembang akan dapat bereksperimen dengan berbagai bentuk interaksi baru."
Dikutip dari The Verge, Bluesky beberapa waktu lalu sempat tak menerima pengguna baru karena kebanjiran pendaftar imbas pembatasan yang terjadi di Twitter. Namun, pada Senin (3/7), Bluesky telah membuka kembali pintunya untuk para pengguna baru.
3. Threads
Meta turut ambil bagian untuk menghadirkan pesaing Twitter dengan platform anyarnya yang bernama Threads. Platform ini akan diluncurkan pada 6 Juli mendatang.
Para eksekutif Meta menyebut perbedaan terbesar antara Threads dan Twitter adalah bahwa Threads akan "dijalankan dengan aman."
Threads kini telah muncul di toko aplikasi Apple dan sempat muncul beberapa waktu lau toko aplikasi Android. Pengguna nantinya dapat login menggunakan Instagram mereka dan dapat dengan mudah mengikuti akun yang sama dengan yang mereka ikuti di Instagram.
Spill didefinisikan sebagai "percakapan visual dengan kecepatan budaya." Platform ini didirikan oleh Alphonzo "Phonz" Terrell dan DeVaris Brown dan diluncurkan pada Januari lalu.
Baik Terrell maupun Brown adalah mantan karyawan Twitter. Terrell sendiri sebelumnya menjabat sebagai kepala sosial dan editorial global Twitter hingga akhirnya kena PHK massal era Elon Musk.
Platform ini disebut bertujuan untuk "melayani para penggerak budaya yang sering membuat tren baru, namun secara rutin diabaikan dan tidak diberi kompensasi."
"Ya, yang kami maksud adalah para kreator kulit hitam, kreator aneh, dan berbagai suara berpengaruh di luar AS," tulis Terrell di Twitter.
Menjelang peluncurannya, Spill memiliki hampir 20.000 pengguna dalam daftar tunggu pada Desember 2022.
5. Post.News
Post.News milik Noam Bardin hadir sebagai "platform sosial untuk orang sungguhan, berita sungguhan, dan percakapan sipil," di mana pengguna dapat "mengakses konten jurnalisme dari penerbit premium, tanpa langganan atau iklan." Platform ini mengisyaratkan sebuah format media sosial berbasis penerbit.
Aplikasi ini diluncurkan pada November 2022, atau masa pengambilalihan Twitter oleh Musk. Platform ini menghasilkan sekitar 440.000 pengguna yang masuk dalam daftar tunggu dan 206.000 akun aktif pada Desember 2022.
Dalam sebuah unggahan di situsnya, Bardin menyatakan niatnya untuk Post bukan untuk menjadi versi liberal dari Twitter.
Maka dari itu, dia meminta pengguna untuk "menghormati pendapat yang tidak Anda setujui. Nilai kita sebagai warga negara demokrasi diukur dari bagaimana kita memperlakukan orang yang tidak kita setujui, bukan dari pendapat yang kita bagikan. Mari kita pastikan semua orang diterima, meskipun kita tidak setuju dengan pendapat mereka."
Gabor Cselle, Sarah Oh, dan Michael Greer meluncurkan T2 Social pada November 2022.
Cselle dan Oh sebelumnya bekerja di Twitter, masing-masing sebagai manajer produk grup dan penasihat hak asasi manusia.
Media sosial ini saat ini masih berada dalam tahap awal. Platform ini didefinisikan sebagai "tempat untuk melakukan percakapan otentik yang selalu ingin kita lakukan," dengan batas 280 karakter.
Media sosial ini awalnya diluncurkan dengan kurang dari 1.000 pengguna di platformnya, yang kemudian berkembang menjadi sekitar 20.000 pengguna dalam format khusus undangan.
Jakarta, CNN Indonesia --
Sejumlah pengguna Twitter belakangan mengeluhkan banyaknya perubahan di platform berlogo burung ini. Apa ini saatnya berpindah ke media sosial lain?
Sejak akuisisi Twitter oleh Elon Musk, platform ini mengalami banyak perubahan, mulai dari algoritma linimasa, verifikasi berbayar, hingga yang terbaru pembatasan konten yang dapat dilihat dan diunggah pengguna.
Sederet perubahan tersebut membuat banyak pengguna mengeluh karena pengalamannya di Twitter tak sama seperti sebelumnya.
Beberapa media sosial alternatif bisa Anda gunakan jika ingin beralih dari Twitter. Dikutip dari Variety, berikut 6 media sosial alternatif untuk menggantikan Twitter:
1. Mastodon
Mastodon diluncurkan pada 2016 dan mulai populer pada 2022. Mastodon didefinisikan sebagai "platform jejaring sosial yang tidak untuk dijual."
Platform ini sendiri dibuat oleh programmer Jerman Eugen Rochko.
Perbedaan utama antara Mastodon dan Twitter adalah Mastodon terdesentralisasi dan dioperasikan oleh banyak server independen. Pengguna dapat bergabung dengan berbagai server berdasarkan topik utama yang berbeda.
Platform ini memiliki 10 juta pengguna terdaftar, menjadikannya situs yang paling banyak dikunjungi oleh para pengguna Twitter.
Baru-baru ini, Mastodon meluncurkan pembaruan untuk aplikasinya di Android.
Dikutip Tech Crunch, Rochko menyebut aplikasi Android yang baru dirilis ini memiliki puluhan cara untuk menyesuaikan pengalaman pengguna di layar pengaturan yang baru.
Yakni, mulai dari kemampuan untuk mengubah bahasa posting default, mengingatkan pengguna untuk menambahkan teks alternatif untuk unggahan media, hingga kemampuan untuk menyembunyikan penghitung "boost" dan "favorit" atau retweet versi Mastodon.
Pengguna Android juga dapat mengakses informasi tentang server yang terhubung dengan mereka dan melihat aturannya.
2. Bluesky
Bluesky didirikan pada 2021 oleh mantan CEO Twitter Jack Dorsey. Saat ini, platform yang saat ini beroperasi dengan format undangan ini memungkinkan pengguna untuk mengunggah konten hingga 300 karakter.
Dikarenakan platform ini lebih eksklusif, saat ini hanya ada sekitar 180.000 pengguna dengan 1,9 juta orang dalam daftar tunggu untuk bergabung.
Bluesky beroperasi dengan menggunakan Protokol AT yang disebut menguntungkan untuk "membuka era baru eksperimen dan inovasi dalam media sosial."
Situs web resmi media sosial ini mengatakan "para peneliti dan komunitas akan memiliki kemampuan untuk terjun untuk membantu memecahkan masalah yang dihadapi jejaring sosial saat ini, dan para pengembang akan dapat bereksperimen dengan berbagai bentuk interaksi baru."
Dikutip dari The Verge, Bluesky beberapa waktu lalu sempat tak menerima pengguna baru karena kebanjiran pendaftar imbas pembatasan yang terjadi di Twitter. Namun, pada Senin (3/7), Bluesky telah membuka kembali pintunya untuk para pengguna baru.
Threads hingga T2 Sosial Alternatif Pengganti Twitter
Mastodon disebut-sebut bisa menjadi pengganti Twitter. (REUTERS/DADO RUVIC)
3. Threads
Meta turut ambil bagian untuk menghadirkan pesaing Twitter dengan platform anyarnya yang bernama Threads. Platform ini akan diluncurkan pada 6 Juli mendatang.
Para eksekutif Meta menyebut perbedaan terbesar antara Threads dan Twitter adalah bahwa Threads akan "dijalankan dengan aman."
Threads kini telah muncul di toko aplikasi Apple dan sempat muncul beberapa waktu lau toko aplikasi Android. Pengguna nantinya dapat login menggunakan Instagram mereka dan dapat dengan mudah mengikuti akun yang sama dengan yang mereka ikuti di Instagram.
Spill didefinisikan sebagai "percakapan visual dengan kecepatan budaya." Platform ini didirikan oleh Alphonzo "Phonz" Terrell dan DeVaris Brown dan diluncurkan pada Januari lalu.
Baik Terrell maupun Brown adalah mantan karyawan Twitter. Terrell sendiri sebelumnya menjabat sebagai kepala sosial dan editorial global Twitter hingga akhirnya kena PHK massal era Elon Musk.
Platform ini disebut bertujuan untuk "melayani para penggerak budaya yang sering membuat tren baru, namun secara rutin diabaikan dan tidak diberi kompensasi."
"Ya, yang kami maksud adalah para kreator kulit hitam, kreator aneh, dan berbagai suara berpengaruh di luar AS," tulis Terrell di Twitter.
Menjelang peluncurannya, Spill memiliki hampir 20.000 pengguna dalam daftar tunggu pada Desember 2022.
5. Post.News
Post.News milik Noam Bardin hadir sebagai "platform sosial untuk orang sungguhan, berita sungguhan, dan percakapan sipil," di mana pengguna dapat "mengakses konten jurnalisme dari penerbit premium, tanpa langganan atau iklan." Platform ini mengisyaratkan sebuah format media sosial berbasis penerbit.
Aplikasi ini diluncurkan pada November 2022, atau masa pengambilalihan Twitter oleh Musk. Platform ini menghasilkan sekitar 440.000 pengguna yang masuk dalam daftar tunggu dan 206.000 akun aktif pada Desember 2022.
Dalam sebuah unggahan di situsnya, Bardin menyatakan niatnya untuk Post bukan untuk menjadi versi liberal dari Twitter.
Maka dari itu, dia meminta pengguna untuk "menghormati pendapat yang tidak Anda setujui. Nilai kita sebagai warga negara demokrasi diukur dari bagaimana kita memperlakukan orang yang tidak kita setujui, bukan dari pendapat yang kita bagikan. Mari kita pastikan semua orang diterima, meskipun kita tidak setuju dengan pendapat mereka."
Gabor Cselle, Sarah Oh, dan Michael Greer meluncurkan T2 Social pada November 2022.
Cselle dan Oh sebelumnya bekerja di Twitter, masing-masing sebagai manajer produk grup dan penasihat hak asasi manusia.
Media sosial ini saat ini masih berada dalam tahap awal. Platform ini didefinisikan sebagai "tempat untuk melakukan percakapan otentik yang selalu ingin kita lakukan," dengan batas 280 karakter.
Media sosial ini awalnya diluncurkan dengan kurang dari 1.000 pengguna di platformnya, yang kemudian berkembang menjadi sekitar 20.000 pengguna dalam format khusus undangan.