Tak Mau Meninggal Sendirian, Aplikasi Ini Diserbu Warga China

CNN Indonesia
Rabu, 14 Jan 2026 15:30 WIB
Ilustrasi. Aplikasi "Are You Dead?" viral di China, dirancang untuk orang yang tinggal sendirian. Kini, akan diluncurkan dengan nama global Demumu dan skema langganan. (Foto: Istockphoto/Tunatura)
Jakarta, CNN Indonesia --

Sebuah aplikasi bernama "Are You Dead?" mendadak viral di China setelah ditujukan bagi orang-orang yang tinggal sendirian. Hal ini memicu perbincangan luas di media sosial dan lonjakan jumlah unduhan.

Aplikasi itu aslinya bernama Sileme dalam bahasa China, yang berarti "Are you dead?" dalam bahasa Inggris. Pengembang menyebut aplikasi ini adalah "alat keamanan ringan yang dibuat untuk orang yang tinggal sendirian".

"Aplikasi ini ditujukan untuk mahasiswa, pekerja kantoran yang tinggal sendirian, serta siapa pun yang memilih gaya hidup sendirian," menurut tim pengembangnya, mengutip Reuters, Rabu (14/1).

Aplikasi ini diminati di tengah tingginya angka kesepian di negara Tirai Bambu itu.

Pengguna harus menetapkan satu kontak darurat, dan aplikasi akan mengirimkan pemberitahuan otomatis jika pengguna tidak melakukan check-in selama beberapa hari berturut-turut dan memberi tahu mereka bahwa pengguna mungkin dalam masalah atau sudah tutup usia.

Menurut surat kabar negara Global Times, China mungkin memiliki hingga 200 juta rumah tangga beranggotakan satu orang, dengan tingkat tinggal sendirian melebihi 30 persen.

Popularitas aplikasi tersebut mendorong pengembang untuk mengambil langkah lanjutan, termasuk memperkenalkan skema biaya langganan serta mengganti nama aplikasi agar lebih sesuai untuk pasar global, seiring meningkatnya perhatian publik di luar China.

Pada Selasa, Sileme mengumumkan melalui akun Weibo resminya bahwa perusahaan akan meluncurkan nama merek global Demumu dalam versi barunya, yang akan segera dirilis.

Demumu sudah masuk dalam daftar aplikasi berbayar Apple, di mana saat ini berada di peringkat kedua setelah sebelumnya melonjak ke posisi teratas pada awal pekan ini.

"Terima kasih kepada semua netizen atas dukungan antusias mereka. Awalnya, kami hanyalah tim kecil yang tidak dikenal, didirikan dan dioperasikan secara independen oleh tiga orang yang lahir setelah tahun 1995," kata Sileme.

Pada Minggu (11/1), perusahaan tersebut mengumumkan akan meluncurkan skema pembayaran sebesar 8 yuan atau sekitar Rp19-20 ribu, untuk membantu menutupi biaya yang terus meningkat.

Pengguna media sosial, termasuk di Weibo, mendesak Sileme untuk tidak mengganti namanya, sementara yang lain mengusulkan opsi seperti "Are you alive", "Are you online", atau "Are you there".

"Mungkin beberapa orang konservatif tidak bisa menerimanya," kata seorang pengguna, tetapi hal ini bermanfaat untuk tujuan keamanan.

"Ini akan membuat orang-orang yang belum menikah merasa lebih tenang dalam menjalani hidup mereka," lanjut seorang pengguna.

(wpj/dmi)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK