Gen Z Tinggalkan Smartphone dan Beralih ke HP Ini, Apa Alasannya?
Di tengah gempuran smartphone baru, sebagian anak muda atau generasi Z justru memilih menggunakan HP yang lebih simpel atau biasa dikenal dengan 'dumb phone'. Lantas, kenapa tren ini mencuat?
Dumb phone adalah perangkat yang hanya bisa melakukan hal-hal minimum sebagaimana fungsi ponsel, yakni melakukan atau menerima panggilan telepon, bertukar pesan, dan mungkin kamera atau game basic. Ponsel ini juga tidak menghadirkan media sosial yang bisa menyebabkan doom scrolling.
Dengan fitur terbatas, dumb phone menawarkan pengalaman pengguna yang lebih sederhana dan tidak adiktif dibandingkan dengan smartphone.
Lars Silberbauer, Chief Marketing Officer Nokia Phones dan HMD Global, mengatakan bahwa meningkatnya penggunaan dumb phone menandakan kesadaran yang semakin tumbuh di kalangan remaja tentang dampak teknologi terhadap kesehatan mental mereka.
"Dari penelitian, kita dapat melihat bahwa generasi muda mengalami masalah kesehatan mental, sehingga mereka memilih untuk menjauhi media sosial," kata Silberbauer pada April 2023 lalu, melansir Euronews.
Tren dumb phone ini muncul atas kecurigaan Gen Z terhadap teknologi yang memanen data dan perhatian mereka. Kekhawatiran tersebut telah mendorong budaya retro yang terlihat pada kebangkitan piringan hitam, kaset, majalah, video game 8-bit, hingga telepon genggam jadul.
Salah satu pengguna dumb phone, Trevor Brown, mengungkap alasannya kembali menggunakan HP jadul. Ia menilai smartphone juga memiliki banyak sisi negatif.
"Saya mulai menyadari bahwa meskipun ponsel pintar sangat canggih, ada banyak sisi negatifnya," kata Brown, melansir PCMag.
Masalah terbesarnya adalah kemudahan mengakses internet dan media sosial kapan saja. Ia sering asyik scrolling tanpa tujuan di sela-sela waktu luangnya.
Lihat Juga : |
Alasan Gen Z beralih ke dumb phone
Melansir Cosmopolitan, setidaknya ada empat alasan mengapa Gen Z mulai beralih menggunakan dumb phone. Berikut
rinciannya
1. Menghentikan doomscrolling
Ketika aplikasi media sosial tidak tersedia, waktu yang dihabiskan di depan layar HP otomatis berkurang. Anda tidak akan menyadari betapa banyak waktu yang terbuang untuk doomscrolling sampai hal itu tidak lagi bisa dilakukan.
2. Mengurangi kelelahan digital
Bagi sebagian Gen Z, selalu terkoneksi dengan orang lain di dunia digital itu melelahkan. Ponsel biasa membatasi notifikasi, pemberitahuan berita, dan tekanan untuk selalu online, yang pada gilirannya membantu meredakan kecemasan dan beban mental.
3. Fokus menjalani momen harian
Tanpa ponsel yang bisa melakukan segalanya, kita jadi lebih mudah untuk benar-benar menikmati momen. Antre, dalam perjalanan, atau duduk sendirian tidak otomatis berubah menjadi waktu untuk scrolling, melainkan menjadi waktu istirahat yang sesungguhnya.
4. Kembali ke analog
Penggunaan ponsel biasa sangat selaras dengan tren kembali ke kebiasaan analog yang semakin berkembang: menulis jurnal daripada menggunakan aplikasi Notes, serta kamera film daripada rol foto yang tak berujung. Semakin sedikit gangguan digital berarti semakin banyak ruang untuk berpikir, merenung, dan benar-benar merasakan apa yang terjadi secara langsung.
(dmi/dmi)