Pertama di Dunia, Vaksin Dirancang oleh AI dan Diuji Coba ke Manusia

CNN Indonesia
Minggu, 07 Jun 2026 18:35 WIB
Ilustrasi. Para peneliti dari Cambridge University tengah mengembangkan vaksin yang sepenuhnya dirancang oleh AI. (iStock/appledesign)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kecerdasan buatan (AI) telah mengambil nyaris seluruh sendi-sendi kehidupan. Teranyar, sebuah vaksin dirancang sepenuhnya oleh AI.

Mengutip BBC, peneliti dari Cambridge University mengatakan, ini adalah pertama kalinya komponen kunci vaksin dirancang oleh AI. Vaksin ini nanti akan diuji coba pada manusia dalam jumlah yang lebih luas.

Vaksin dirancang untuk mencegah semua jenis virus Corona, termasuk yang menyebabkan Covid-19.

Pekerjaan ini dilaporkan masih berada di tahap awal. Vaksin telah diuji coba pada 39 partisipan manusia.

Vaksin sendiri mengajarkan tubuh cara mendeteksi infeksi untuk bisa melawannya. Namun, beberapa virus bermutasi sehingga vaksin tak lagi efektif. Itulah mengapa vaksin perlu diperbaharui secara berkala.

Biasanya, vaksin dirancang menggunakan strain virus yang sedang beredar. Namun, kini para peneliti mengambil kode genetik dari berbagai virus Corona yang telah direkam oleh program.

Kode genetik tersebut dianalisis oleh kecerdasan buatan. AI kemudian merancang 'super-antigen' yang dapat melatih sistem kekebalan tubuh sedemikian rupa hingga memberikan perlindungan terhadap seluruh keluarga virus, termasuk di antaranya virus yang bermutasi.

Profesor Jonathan Heeney dari Cambridge University mengatakan, ini adalah kali pertama antigen dirancang oleh AI. Antigen sendiri merupakan komponen penting dalam vaksin.

"Teknologi ini mengejutkan kita semua dan sungguh menakjubkan apa yang dapat kita lakukan dengannya [AI] untuk kebaikan umat manusia," ujarnya.

Pada tahap pertama, hasil penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Infection ini menemukan vaksin aman. Hanya saja, dampaknya pada sistem kekebalan tubuh cenderung tidak terlalu besar.

Pada tahap kedua, uji coba vaksin akan melibatkan sekitar 200 orang. Pada tahap ini, studi akan memberikan pemahaman yang lebih baik tentang seberapa efektif vaksin tersebut melatih sistem kekebalan tubuh.

Direktur Oxford Vaccine Group Profesor Andy Pollard mengatakan, pendekatan ini menghasilkan bukti yang meyakinkan dalam penelitian pada hewan. Pollard sendiri tidak terlibat dalam studi ini.

"Ini data yang menarik dan orang-orang tidak akan pernah menduga mereka mampu menghasilkan respons imun seperti ini," ujarnya.

(asr)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK