Bukan Cuma Makin Panas, El Nino Bikin Waktu di Bumi Lebih Panjang

CNN Indonesia
Kamis, 22 Okt 2026 07:25 WIB
Fenomena El Nino kuat dapat memperpanjang durasi hari di Bumi hingga 1 milidetik. Peningkatan suhu laut juga memicu perubahan cuaca ekstrem dan risiko bencana. (Foto: Tangkapan layar web nasa.gov)
Jakarta, CNN Indonesia --

Fenomena El Nino kategori kuat ternyata tidak cuma berdampak pada meningkatnya suhu dan membuat musim kemarau semakin kering. Lebih dari itu, fenomena ini disebut dapat membuat satu hari di Bumi jadi lebih panjang.

Menurut Badan Kelautan dan Atmosfer Nasional Amerika Serikat (NOAA), puncak El Nino kuat di Samudra Pasifik, menyebabkan durasi satu hari bertambah sekitar 1 milidetik di Bumi.

"Namun, perubahan tersebut hanya sekitar 1 milidetik pada puncak El Nino yang kuat," jelas NOAA yang dikutip dari AccuWeather, Rabu (21/10).

Para ilmuwan memperkirakan satu milidetik sama dengan seperseribu detik. Perubahan ini cukup besar untuk diukur, namun terlalu kecil untuk dirasakan manusia dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan durasi satu hari yang mencapai 86.400 detik, perbedaan ini hanya sekitar satu per 100 juta. Lantas, bagaimana El Nino bisa mengubah rotasi seluruh Bumi?

Seiring menguatnya El Nino, perubahan pola angin global sedikit memperlambat rotasi Bumi. Angin pasat di wilayah tropis Samudra Pasifik melemah, sementara angin yang bertiup dari barat ke timur di wilayah yang lebih jauh dari garis khatulistiwa menguat.

Perubahan ini mendistribusikan kembali momentum sudut atau angular momentum, yaitu energi rotasi yang terbagi antara Bumi dan atmosfernya. Untuk menjaga keseimbangan sistem secara keseluruhan, rotasi Bumi sedikit melambat.

Prinsip ini dianalogikan mirip dengan penari balet yang berputar. Ketika seorang penari balet menarik lengannya lebih dekat ke tubuhnya, ia berputar lebih cepat.

Sebaliknya, ketika ia merentangkan lengannya ke luar akan membuat putarannya melambat. Ketika kondisi di Samudra Pasifik berubah ke arah yang berlawanan, Bumi dapat mengalami respons yang sebaliknya.

Misalnya, ketika fenomena La Nina terjadi. NOAA menyebut fenomena tersebut membuat rotasi Bumi sedikit lebih cepat, sehingga durasi hari menjadi sedikit lebih pendek.

"La Nina cenderung memberikan dampak yang berlawanan," ujar NOAA.

El Nino bukan satu-satunya fenomena alam yang dapat mengubah durasi satu hari. NASA mengatakan bahwa perubahan di atmosfer, lautan, air tanah, dan lapisan es dapat memengaruhi rotasi Bumi dalam rentang waktu yang berbeda-beda.

"Perubahan cuaca harian dan musiman dapat memengaruhi durasi satu hari hingga beberapa milidetik selama satu tahun," tambah NASA.

Sudah picu rekor

El Nino dilaporkan semakin menguat dan bahkan memecahkan rekor suhu terpanas di zona pemantauannya di Pasifik. Fenomena ini padahal diperkirakan baru akan mencapai puncaknya pada Desember mendatang.

El Nino merupakan siklus alami yang meningkatkan suhu laut di Pasifik tropis. Peningkatan suhu ini memicu perubahan cuaca yang dapat meningkatkan risiko kekeringan dan banjir, serta memperburuk pemanasan global.

Selama beberapa bulan terakhir, para peneliti telah memperingatkan bahwa El Nino kali ini kemungkinan akan menjadi yang terkuat sepanjang sejarah pengamatan, dan ketakutan tersebut telah terjadi bahkan sebelum fenomena ini mencapai puncaknya.

Menurut Layanan Perubahan Iklim Uni Eropa Copernicus yang dikutip dari AFP pada Senin (12/10), suhu permukaan laut di wilayah pemantauan El Nino atau Nino3.4 telah mencapai titik tertinggi sepanjang masa di angka 29,70 derajat Celsius pada bulan September.

Angka tersebut melebihi suhu puncak peristiwa El Nino sebelumnya pada tahun 1982/1983, 1997/1998, dan 2015/2016. Kondisi ini menunjukkan intensitas luar biasa dari El Nino saat ini.

Meski demikian, Copernicus mengatakan mereka belum dapat sepenuhnya memastikan El Nino saat ini adalah yang terkuat yang pernah tercatat karena ada pengaruh perubahan iklim yang juga berkontribusi meningkatkan suhu laut.

Hal tersebut mempersulit perbandingan historis sebab peristiwa El Nino baru-baru ini bisa jadi tampak lebih kuat daripada peristiwa di masa lalu karena pengaruh faktor pemanasan global lainnya.

(nad/dmi)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK