PBB: Bumi Bisa Memanas 2,8 Derajat jika Kebijakan Tak Berubah

CNN Indonesia
Jumat, 23 Okt 2026 09:03 WIB
Jakarta, CNN Indonesia --

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut Bumi dapat memanas mencapai 2,8 derajat Celcius pada abad ini jika negara-negara di dunia terus menerapkan kebijakan iklim yang tidak berubah.

Berdasarkan laporan bertajuk Emissions Gap Report 2026: The Point of Return, PBB menilai bahwa dunia perlu memangkas emisi gas rumah kaca (GRK) lebih cepat dan signifikan untuk menekan kenaikan suhu global.

Jika sejumlah negara di dunia memenuhi seluruh komitmen iklim yang tercantum dalam Nationally Determined Contribution (NDC) dan melanjutkan upaya serupa, kenaikan suhu global diperkirakan mencapai 2,6 derajat Celcius pada abad ini.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam skenario paling optimistis, PBB memperkirakan ketika seluruh NDC dan target tambahan untuk mencapai emisi nol bersih atau net zero berhasil dipenuhi, pemanasan global diperkirakan tetap mencapai 2,1 derajat Celcius.

PBB menyebut proyeksi ini lebih buruk dibandingkan perkiraan dalam laporan tahunan sebelumnya. Kondisi ini antara lain dipengaruhi oleh keluarnya Amerika Serikat dari Perjanjian Paris serta revisi perkiraan emisi historis.

Sementara itu, NDC baru yang disampaikan sejak laporan sebelumnya hanya memberikan pengaruh sangat kecil terhadap proyeksi pemanasan global.

Dalam upaya membatasi pemanasan global dan mengembalikan suhu Bumi ke 1,5 derajat Celcius pada akhir abad ini, PBB menekankan perlu pengurangan emisi gas rumah kaca secara mendesak dan signifikan.

Pada skenario ketika pelampauan batas suhu 1,5 derajat Celcius ditekan seminimal mungkin, PBB memperkirakan pemanasan global diperkirakan mencapai puncak sekitar 1,7-1,8 derajat Celsius pada pertengahan abad.

Selanjutnya, suhu global perlu kembali ke atau berada di bawah 1,5 derajat Celcius pada 2100. Skenario ini disebut memiliki peluang keberhasilan sekitar 50 persen.

Untuk mencapai jalur tersebut, emisi gas rumah kaca global harus dikurangi sebesar 18 persen pada 2030, 45 persen pada 2035 dan 69 persen pada 2040, jika dibandingkan dengan tingkat emisi pada tahun 2025.

Namun, penerapan penuh seluruh NDC diperkirakan hanya mampu menurunkan emisi ssebesar 5-8 persen pada 2030 dan 11-15 persen pada tahun 2035 dibandingkan dengan tingkat emisi pada 2025.

"Setiap tambahan sepersekian derajat dan tambahan tahun pemanasan di atas 1,5 derajat Celcius meningkatkan dampak dan risiko iklim seperti banjir yang mematikan, gelombang panas, dan kebakaran hutan yang melanda banyak negara tahun ini," kata Direktur Eksekutif PBB Inger Anderson dalam keterangannya, Rabu (21/10).

PBB menyebut tanpa langkah pengurangan emisi yang lebih cepat, upaya untuk membatasi puncak pemanasan global pada kisaran 1,7-1,8 derajat Celcius akan semakin sulit dilakukan.

Laporan turut memperkirakan bahwa setiap lima emisi CO2 yang bertahan pada tingkat saat ini dapat meningkatkan puncak pemanasan global sekitar 0,1 derajat Celsius.

Peringatan PBB, Bumi Bakal Makin Panas jika Dunia Tak Berubah BACA HALAMAN BERIKUTNYA

HALAMAN:
1 2