PBB: Bumi Bisa Memanas 2,8 Derajat jika Kebijakan Tak Berubah

CNN Indonesia
Jumat, 23 Okt 2026 09:03 WIB
A visitor takes a break next to a cooling mist in front of a five-story pagoda at Sensoji temple, a popular sightseeing spot, as the Japanese government issued a heatstroke alert in Tokyo and other prefectures due to a heatwave, in Tokyo, Japan July
Ilustrasi. PBB memperingatkan bahwa tanpa pengurangan emisi gas rumah kaca yang signifikan, suhu Bumi bisa naik hingga 2,8°C. (Foto: REUTERS/Issei Kato)

Menurut PBB, mengembalikan suhu global ke atau di bawah 1,5 derajat Celcius masih mungkin dilakukan. Terlebih, semakin banyak bukti yang menunjukkan bahwa kebijakan iklim di berbagai negara mampu dan telah berhasil mengurangi emisi.

Laporan ini mengaitkan penerapan atau penguatan terkait iklim dengan puluhan perubahan struktural di negara maju maupun negara berkembang. Perubahan ini menghasilkan pengurangan emisi yang signifikan.

PBB mengatakan lebih dari 220 evaluasi kebijakan memberikan bukti tambahan mengenai langkah-langkah efektif. Kebijakan yang dievaluasi di sektor ketenagalistrikan berhasil mengurangi emisi rata-rata sebesar 9 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sementara itu, instrumen ekonomi, termasuk skema pembatasan dan perdagangan karbon (cap-and-trade) serta pajak karbon berhasil mengurangi emisi sebesar 5-13 persen di berbagai sektor selama periode evaluasi yang dikaji.

Meski demikian, keberhasilan ini masih terkonsentrasi pada sektor, negara, dan periode tertentu. Untuk mencapai jalur pelampauan batas 1,5 derajat Celcius seminimal mungkin, berbagai keberhasilan ini disebut perlu ditetapkan secara lebih luas, diperluas cakupannya, dan dipertahankan secara berkelanjutan.

Lebih lanjut, PBB menilai peluang untuk mempercepat penanganan perubahan iklim semakin terbuka meski proyeksi pemanasan global masih mengkhawatirkan.

Sejak Perjanjian Paris diadopsi, PBB menilai kapasitas energi terbarukan berkembang pesat, pertumbuhan total pasokan energi dari batu bara dan minyak berlangsung lebih lambat dari perkiraan sebelumnya, serta kebijakan iklim telah membantu menekan emisi di berbagai negara.

Laporan ini turut mencatat kapsitas listrik dan energi terbarukan global tumbuh tiga kali lebih cepat dari yang diperkirakan sejak awal Perjanjan Paris. Sementara itu, pembangunan PLTS meningkat tujuh kali lebih cepat dari perkiraan.

PBB menilai tren ini perlu dipertahankan dan didukung kebijakan tambahan agar dunia berada di jalur yang tepat untuk meningkatkan kapasitas energi terbarukan hingga tiga kali lipat pada 2030.

Selain memperluas energi terbarukan, negara-negara juga perlu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, menekan emisi metana, serta menghentikan dan membalikkan deforetasi dan degradasi hutan.

Menurut PBB, berbagai keberhasilan kebijakan iklim yang telah terbukti efektif perlu diterapkan lebih luas dan berkelanjutan. Langakah ini dibutuhkan agar pengurangan emisi dapat berlangsung lebih cepat dan membantu dunia membatasi pemanasan global.

PBB turut menekankan perlunya memperkuat target iklim hingga 2035 dan 2040 agar komitmen pengurangan emisi menjadi konkret dan terukur. Oleh sebab itu, butuh adanya kebijakan yang mendorong penurunan emisi secara cepat, besar dan berkelanjutan, sehingga risiko perubahan iklim dapat ditekan.

(nad/dmi)

HALAMAN:
1 2