Meski disebut hari ‘raya’, Nyepi tidak sepenuhnya dilakukan dengan banyak perayaan seperti kebanyakan hari perayaan umat beragama lainya. Nyepi merupakan momen spesial umat Hindu Jawa Bali untuk bermeditasi dan melakukan 4 brata penyepian.
Kata ‘Nyepi’ diambil dari kata dasar ‘sepi’ yang menganjurkan umat Hindu memenuhi aturan 4 brata yaitu amati geni atau tidak berapi, amati karya yaitu tidak bekerja, amati lelungan atau tidak berpergian, dan amati lelaungan, tidak mendengarkan hiburan. Keempat pantangan tersebut juga dikenal dengan catur brata.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kegiatan Nyepi ini akan dilakukan selama 24 jam dan berakhir dengan saling bermaaf-maafan dengan orang sekitar seperti kerabat dan tetangga, ritual ini disebut dengan Ngembak Geni. Nyepi merupakan dialog spiritual antara din sejati (umat) dengan Sang Hyang Widhi Wasa (pencipta) agar menjadi pribadi yang lebih harmonis dan damai.
Ternyata di balik adanya perayaan hari Nyepi kita ikut menikmati hikmah dari Nyepi itu sendiri. Tahukah kalian dengan Nyepi, emisi gas Karbondioksida tereduksi sebanyak 20.000 dalam sehari dan karena Nyepi, Bali dapat menghemat listrik sebanyak 60 persen atau sekitar 290 megawatt.
Jika dirupiahkan, Bali telah menghemat Rp4 miliar dalam sehari. Atas dampak yang luar biasa tersebut dunia ikut memperingati Nyepi dengan versinya sendiri yang diberi nama ‘Silent Day’ setiap tanggal 21 Maret. (ded/ded)