Mereka memagari kebun-kebun ubi jalar ini, agar tidak diganggu hewan ternak terutama babi. Tapi pada saat tertentu, mereka akan memanfaatkan babi untuk mengolah lahan.
Suku Moile tidak perlu keluar banyak tenaga hanya untuk mengolah tanah, atau keluar uang banyak untuk membayar orang yang membajak tanahnya. Sehingga mereka lebih mengandalkan babi-babi peliharaannya. Pengolahan tanah menggunakan babi ini, mereka sebut dengan istilah na temti, yang berarti babi yang selalu mencungkil tanah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hasil kerja babi ini sangat luar biasa, untuk lahan 1 hektare mereka mampu mengolah tanah dengan teknik cungkil hanya membutuhkan waktu satu minggu saja.
Hari Suroto
Arkeolog di Papua
(ded/ded)