Kopi Moanemani ditanam oleh petani suku Mee di kebun dekat hutan, lereng gunung maupun dekat rumah mereka.
Kopi ini pada awalnya diperkenalkan oleh misionaris pada tahun 1960-an. Pada waktu itu, pesawat kecil setelah drop logistik di pedalaman, ketika kembali ke Kota Nabire, kondisi pesawat dalam keadaan kosong.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maka sejak saat itulah, mulai dilakukan penanaman kopi. Karena Dogiyai terletak di ketinggian 1000 hingga 2000 meter di atas permukaan laut, maka kopi jenis arabica yang dipilih.
Rupanya kopi Moanemani lebih dikenal di luar negeri daripada di dalam negeri.
Untuk mengenalkan Dogiyai sebagai penghasil kopi dengan rasa unik, maka setiap tahun perlu diadakan festival kopi Moanemani.
Perkebunan kopi organik milik suku Mee dapat dijadikan sebagai agrowisata kopi. Selain itu juga perlu dibuka sekolah menengah kejuruan pertanian khusus kopi. (ded/ded)