Duet musisi klasik kawakan itu mengawali sebuah peristiwa penting. Peristiwa pembukaan sekolah musik EG Music School, yang didirikan oleh musisi, komponis, konduktor, dan produser Erwin Gutawa. Dilahirkan dengan semangat Music for Everyone, sekolah ini digadang menjadi sekolah musik yang tak biasa.
Dimulai dari barisan pendukungnya. Erwin Gutawa menggandeng setidaknya 22 musisi profesional dan akademisi, sebagian besar dari Erwin Gutawa Orchestra yang dipimpinnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
EG Music School, tutur Erwin, dibangun bagi mereka yang serius ingin menjadi musisi handal. Juga untuk mereka yang ingin jadi pemain musik yang baik. Termasuk pula mereka yang sekadar ingin mengisi waktu mencari pengalaman. Pun, mereka yang ingin belajar hal-hal di luar teknis musik tapi masih berkaitan dengan dunia kreatif musik.
Kata Eric, music course ditujukan bagi mereka yang serius ingin menjadi musisi handal. Sedang music lover bagi mereka yang menjadikan musik sebagai hobi. Adapun music preneur didesain bagi yang ingin belajar branding dan pemasaran, produksi, sampai cara menulis dan mengaransemen lagu.
“Sedangkan untuk music college, yang baru akan kami mulai pertengahan tahun ini, untuk mereka yang ingin meningkatkan skill ke level yang lebih tinggi dan memiliki disiplin ilmu musik yang lebih lengkap,” tutur Eric lagi.
Asmoro Jati, General Manager EG Music School, mengatakan total ada 17 ruangan kelas untuk kursus privat, auditorium, perpustakaan, lab digital, sampai studio rekaman di sekolah tersebut. Alat-alat musik yang dipakai diklaim paling up-to-date.
“Kami memang men-trigger murid untuk belajar senyaman mungkin,” kata Asmoro.
Guru-guru yang mengajar, kata Eric, juga sudah direkrut yang mampu mengajari anak-anak yang tergolong memiliki kebutuhan khusus. Sebab, sebaiknya untuk mereka tak didesain kelas khusus tapi berbaur dengan murid-murid yang lain. (ded/ded)