Perbankan Turunkan Target Rencana Bisnis
CNN Indonesia
Jumat, 29 Agu 2014 15:30 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan adanya revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) dari bank-bank umum di Indonesia. Umumnya mereka menurunkan target.
Koreksi terhadap target bisnis tersebut mengacu pada realisasi bulan Juni 2014.
Rupanya ada perubahan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja dan operasional bank, seperti pertumbuhan ekonomi dan suku bunga acuan (BI rate).
Dalam siaran pers nya, Jumat (29/8), OJK mengeluarkan data realisasi target bisnis perbankan hingga semester I 2014. Pencapaian sampai dengan Semester I 2014 untuk Total Aset sebesar 5,22%, Kredit sebesar 5,47% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) 4,66%.
Sementara revisi RBB mencantumkan target masing-masing sebesar 13,44%, 16,47 % untuk Total Aset dan 13,92%.
Terkait kinerja perbankan, hingga posisi Agustus 2014 masih terlihat relatif stabil. Walaupun kondisi likuiditas relatif ketat, ketahanan likuiditas perbankan masih terjaga baik.
Meskipun pertumbuhan bisnis perbankan bergerak cukup lambat, hal ini cukup dimaklumi mengingat banyaknya tantangan faktor eksternal dan internal untuk menjaga ketahanan perbankan.
Koreksi terhadap target bisnis tersebut mengacu pada realisasi bulan Juni 2014.
Rupanya ada perubahan faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kinerja dan operasional bank, seperti pertumbuhan ekonomi dan suku bunga acuan (BI rate).
Dalam siaran pers nya, Jumat (29/8), OJK mengeluarkan data realisasi target bisnis perbankan hingga semester I 2014. Pencapaian sampai dengan Semester I 2014 untuk Total Aset sebesar 5,22%, Kredit sebesar 5,47% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) 4,66%.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait kinerja perbankan, hingga posisi Agustus 2014 masih terlihat relatif stabil. Walaupun kondisi likuiditas relatif ketat, ketahanan likuiditas perbankan masih terjaga baik.
Meskipun pertumbuhan bisnis perbankan bergerak cukup lambat, hal ini cukup dimaklumi mengingat banyaknya tantangan faktor eksternal dan internal untuk menjaga ketahanan perbankan.