Santoso Edy Wibowo, Pelaksana tugas Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan menjelaskan saat ini Binaka memiliki landasan pacu sepanjang 1.800 meter dengan lebar 30 meter. "Mulai tahun depan kami akan mengembangkannya menjadi 2.600 meter x 60 meter dan diperkirakan akan menghabiskan dana APBN sebesar Rp 3,8 miliar. Pengembangan fasilitas bandara akan dilanjutkan sampai 2018 dengan APBN berikutnya sehingga bisa didarati oleh pesawat berbadan lebar," ujar Edy ketika dihubungi, Jumat (24/10).
Edy menjelaskan dengan landasan pacu yang ada saat ini Binaka baru bisa didarati oleh pesawat baling-baling seperti Fokker F-50. Padahal Binaka merupakan bandara yang bisa menjadi tujuan penerbangan alternatif selain harus ke Bandara Kualanamu sebelum menuju Sibolga, Padang, atau Medan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijelaskannya, pembangunan perpanjangan landas pacu Binaka tercantum dalam perjanjian kerjasama Kementerian Perhubungan dan Pemerintah Kabupaten Nias yang ditanda tanganinya pada 11 Oktober 2014 bersama Bupati Nias Sokhiatulo Laoli. Menurut Edy, Pemerintah Kabupaten Nias telah berkomitmen membantu pengembangan Binaka dengan menyediakan lahan seluas 1.000 meter x 255 meter yang akan dibiayai APBD mereka.
Data Ditjen Perhubungan Udara menyebutkan jumlah pesawat dan penumpang yang terbang dari dan menuju Binaka terus meningkat setiap tahun. Pada 2011, jumlah pesawat yang terbang ke Binaka tercatat sebanyak 1.432 penerbangan dengan membawa 71.256 penumpang. Sementara yang terbang dari Binaka sebanyak 1.435 penerbangan membawa 73.741 penumpang. Pada 2013 jumlahnya meningkat menjadi 1.598 penerbangan kedatangan dengan membawa 83.854 penumpang, dan 1.598 penerbangan keberangkatan dengan membawa 85.996 penumpang.
Tiga maskapai yang melayani penerbangan dari dan menuju Binaka antara lain Merpati Nusantara Airlines menuju Medan, Majalengka, dan Karawang; Wings Air menuju Medan, Karawang, Pekanbaru, dan Dumai; serta Nusantara Buana Air yang terbang menuju Medan dan Sibolga.