"Dari perpajakan, masih besar sekali peluangnya," kata Jokowi saat membuka rapat terbatas Kabinet Kerja di Kantor Presiden Istana Merdeka, Kamis (30/10).
Mantan Gubernur Provinsi DKI Jakarta itu mengatakan pendapatan pajak selama sepuluh tahun belakangan hanya naik rata-rata 0,1 persen per tahun. "Sejak 2005 hingga 2013, penerimaan pajak tak pernah tercapai," keluhnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jaring Wajib Pajak Baru
Untuk meningkatkan pajak, sarjana Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu meminta seluruh jajaran kabinetnya untuk menumbuhkan optimisme pasar dengan menyelesaikan masalah yang menghambat peningkatan ekonomi dan usaha.
Bambang P.S. Brodjonegoro, Menteri Keuangan menuturkan presiden menyoroti realisasi penerimaan pajak yang kemungkinan besar tidak akan mencapai target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan 2014. Untuk itu, Direktorat Jenderal Pajak diharapkan segera melakukan intensifikasi pajak guna meningkatkan pemasukan negara.
"Langkah-langkah yang bisa dilakukan untuk itu mungkin dengan memberikan fleksisbilitas di dalam birokrasi Ditjen pajak," kata Bambang.
Sebelumnya Direktur Jenderal Pajak Fuad Rahmany melaporkan jumlah wajib pajak di Indonesia saat ini sebanyak 60 juta individu dan 5 juta badan usaha. Namun dari jumlah tersebut, hanya 23 juta wajib pajak orang pribadi (WPOP) dan 550 ribu badan usaha yang taat membayar pajak.
Lihat juga:Lebih Dari 50 Persen Orang Tidak Bayar Pajak |