"Tapi topik utama rapat tadi adalah bagaimana memperbaiki iklim investasi migas di Indonesia. Kita bahas aturan-aturan terkait kegiatan di hulu tadi," kata Sudirman seusai rapat di kantor Kemenkeu, Rabu (12/11).
Direktur Jenderal Minerba Kementerian ESDM R. Sukhyar menambahkan di sektor pertambangan ada lima poin yang dibahas dalam rapat dengan Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro dan petinggi Kemenkeu lainnya. Pertama adanya keinginan perusahaan sektor hilir pertambangan untuk mendapatkan insentif fiskal. "Banyak yang membutuhkan tax holiday, tax allowance, dan attachment credit untuk mendukung investasi yang mereka tanamkan. Kemenkeu sudah catat dan akan dibahas di pertemuan berikutnya," ujar Sukhyar.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Topik ketiga yang dibahas adalah permintaan pengusaha pengolahan anode slime yang meminta agar bisnisnya tidak dikenakan Pajak Penambahan Nilai (PPN) sesuai dengan aturan Kemenkeu. Beruntung permintaan ini langsung direspon positif oleh Menteri Keuangan. "Sejauh ini putusannya iya. Cuma formulasinya sedang dihitung oleh mereka," terang Sukhyar.
Pembahasan terakhir yang dilakukan adalah restitusi pajak yang diminta pemegang PKP2B generasi satu. "Tadi juga ada jawaban yes dari Keuangan dan akan dibayarkan dengan mekanisme lanjutan," pungkasnya.