“Ini perlu dilakukan untuk menjaga kenaikan harga barang. Selama ini inflasi yang disebabkan oleh kenaikan tarif transportasi merupakan kontributor utama naiknya harga-harga barang secara umum. Saya sudah bicarakan dengan Menteri Perhubungan untuk mengatur kenaikan tarif angkutan antar provinsi sebesar 10 persen,” kata Sofyan di Jakarta, Kamis (20/11)
Kemudian untuk mengatur tarif angkutan dalam kota dan antar kota dalam satu provinsi, Sofyan mengaku sudah meminta Menteri Dalam Negeri untuk mengontrol kenaikan tarif dengan mengkomunikasikan permintaan pemerintah pusat kepada pemerintah daerah yang memang memiliki wewenang untuk menetapkan tarif dua kategori angkutan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untuk mengurangi ketergantungan angkutan umum kepada premium dan solar, Sofyan menilai untuk jangka panjang pemerintah daerah perlu melakukan restrukturisasi angkutan perkotaan. Hal tersebut menurutnya bisa dilakukan dengan membangun sarana transportasi Mass Rapid Transportation (MRT) atau mempermudah pengusaha angkutan umum untuk melakukan konversi ke bahan bakar gas.
Tarif Angkot Jakarta
Sementara itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mengaku tidak keberatan jika pemilik angkutan umum dan bus menaikkan tarif sebesar Rp 1.000 sesuai kesepakatan DPD Organda DKI Jakarta, Dewan Transportasi Kota Jakarta, dan Dinas Perhubungan DKI Jakarta kemarin.
Untuk mengurangi kemacetan di Jakarta, Ahok memiliki rencana untuk menugaskan PT Transjakarta menjalin kerjasama pengelolaan angkutan umum dengan seluruh pengusaha yang berkecimpung di bidang tersebut. Selain itu Ahok juga meminta pengusaha angkutan darat untuk mengalihkan BBM ke BBG.