Fokus bidikan ini menurut Faisal perlu dilakukan karena tim Antimafia Migas melihat banyak sekali potensi penyimpangan yang terjadi pada kegiatan impor bahan bakar minyak (BBM) yang menjadi bisnis utama Petral.
"Ini yang menjadi prioritas. Hal ini merupakan satu dari empat poin yang diamanatkan pemerintah kepada tim. Saya juga sudah minta Menteri ESDM agar beberapa hasil analisa juga dapat diketahui publik nantinya," ujar Faisal usai bertemu Menteri ESDM Sudirman Said di kantornya, Senin (24/11).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tapi karena pemerintah memiliki saham mayoritas saya pikir tidak akan sulit. Toh Pak Menteri sudah amanatkan dan beri keleluasaan ke saya," tutur Faisal.
“Masalahnya cukup tidak dikerjakan dalam masa tugas enam bulan? Tapi kami janji akan tetap bekerja maksimal demi mengurangi kerugian negara dari praktik mafia migas," ujarnya.