Seperti dilansir CNN Money, OPEC mengumumkan proyeksi pertumbuhan permintaan minyak dunia 2015 yang berkurang sebesar enam persen pada hari rabu kemarin. Diperkirakan permintaan minyak mentah dari negara-negara anggota OPEC akan turun sebesar 400 ribu barel per hari pada 2015.
Perlambatan konsumsi di Eropa, Asia, serta Amerika Latin disinyalir OPEC sebagai penyebab utamanya. Iran serta Venezuela memperkirakan bahwa nantinya Amerika Serikat menjadi negara yang paling banyak mengurangi konsumsi minyaknya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Proyeksi penurunan permintaan minyak dari OPEC ini menunjukkan bahwa suplai dari negara-negara lain diluar anggota OPEC semakin meningkat,” pernyataan dari OPEC dikutip dari CNN Money, Kamis (11/12).
Anjloknya harga minyak ini telah membuat beberapa perusahaan minyak asal Amerika Serikat menahan rencana investasinya. Namun, hal ini diyakini tak akan membendung lonjakan suplai meskipun harga minyak diperkirakan masih akan terus turun.
Harga Sentuh US$ 40
Energy Information Agency telah memotong proyeksi produksi minyak mentah Amerika Serikat menjadi sebanyak 9,3 juta barel pada 2015. Namun angka tersebut masih 300 ribu barel lebih banyak dibanding angka produksi tahun ini.
Kerugian lain yang nantinya akan dialami OPEC masih belum diketahui. Namun, Iran mewanti-wanti bahwa harga minyak bisa terus jatuh ke angka US$ 40 per barel jika organisasi kartel tersebut tidak melakukan sesuatu.
"Pecahnya solidaritas OPEC atau perang harga akan membawa harga minyak lebih anjlok lagi,” terang Kepala Analisis Pasar Minyak Mentah Kementerian Perminyakan Iran Mohammad Sadegh Memarian.