Anggota Tim Antimafia Migas Djoko Siswanto menjelaskan tim mendapatkan informasi bahwa setiap transaksi pembelian minyak berkadar Ron 92, Petral memperoleh potongan harga atau diskon sebesar 1,58 persen. Namun Djoko meyakini Petral memperoleh diskon lebih dari angka tersebut sesuai dengan invoice atau dokumen penagihan pembayaran yang dipegang oleh Tim Antimafia Migas.
“Sampai sekarang mereka enggan membuka data tersebut, padahal di invoice-nya disebutkan kalau Petral dapat diskon sampai 5 persen. Ini jelas merugikan Pemerintah," tutur Djoko di Jakarta, Rabu (10/12).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dijadwalkan, Rabu (17/12) pekan depan, Tim Antimafia Migas akan kembali memanggil Petral dan jajaran Integrated Supply Chain (ISC) Pertamina untuk membeberkan kegiatan pengadaan minyak impor yang dilakukan PES.
“Hari ini (jadinya) cuma rapat internal tidak mengundang pihak Pertamina dan Petral. Kami ingin undang mereka untuk cek silang minggu depan. Kami ingin tahu berapa total diskon yang didapat berikut penjelasan lebih detil mengenai formulasi pembentukan harga beli dan jual BBM (bahan bakar minyak)," ujarnya.