Program Infrastruktur

Jokowi Ganti Istilah MP3EI Karena Berbau Politis

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Kamis, 18/12/2014 13:26 WIB
Jokowi Ganti Istilah MP3EI Karena Berbau Politis Presiden Joko Widodo (kiri) menerima Chairman Global Green Growth Institute Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (8/12). (ANTARA FOTO/Prasetyo Utomo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) dipastikan akan tetap menjalankan program Master Plan Percepatan dan Perluasan Pembangun Ekonomi Indonesia (MP3EI). Namun dia telah menginstruksikan agar istilah MP3EI tersebut diganti karena dianggap mengandung muatan politis.

Hal tersebut diungkapkan oleh Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Luky Eko Wuryanto dalam Seminar Nasional bertajuk 'Infrastruktur Untuk Rakyat; Kembalinya Peran Negara dalam Penyediaan Infrastruktur Dasar di Jakarta, Kamis (18/12).

"Dari sisi semangat, tentu diteruskan. Pembangunan yang bagus-bagus akan kita lanjutkan. Memang, kata-kata MP3EI tidak sering muncul lagi, itu kan politislah. Tapi semangat membangunnya sama," ujar Luky. MP3EI merupakan program pembangunan yang digarap kabinet mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

Luky menyampaikan, pemerintah terus berupaya untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas infrastruktur. Namun, pemerintah menurutnya menyadari tidak akan bisa berjalan sendiri membangun infrastruktur di Indonesia.


Oleh sebab itu, pemerintah mengajak pihak swasta dan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk ikut terlibat dalam pembangunan infrastruktur. "Kita dorong BUMN untuk terlibat, kita juga tawarkan kepada swasta lewat KPS (kerjasama pemerintah-swasta)," katanya.