HARGA MINYAK DUNIA
Jaga Stok, Pemerintah Siap Perbanyak Tangki Timbun Minyak
Elisa Valenta Sari | CNN Indonesia
Kamis, 15 Jan 2015 16:36 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Usulan Dewan Energi Nasional (DEN) agar pemerintah meningkatkan cadangan bahan bakar minyak (BBM) dengan membangun sebanyak-banyak tangki penimbunan di saat harga minyak dunia tengah anjlok mendapat response positif. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Sudirman Said mengatakan pemerintah akan melakukan riset singkat guna mewujudkan hal tersebut.
"Itu usulan yang baik dan sudah lama kita seharusnya punya itu. Tapi kesempatannya belum ada. Jangankan cadangan minyak, untuk biaya subsidi BBM saja tiap tahun habis ratusan triliun," kata Sudirman di Jakarta, Kamis (15/1).
Selama ini lanjut Sudirman, Indonesia hanya memiliki tempat penampung cadangan minyak untuk konsumsi bukan cadangan minyak strategis yang bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu.
"Kalau nanti mendapatkan kelebihan dari harga minyak itu. Akan kita pakai uangnya untuk membangun cadangan strategis,” katanya.
Pemerintah akan menyerahkan pembangunan tangki penimbun kepada PT Pertamina (Persero) dengan kapasitas daya tampung selama 30 hari. "Yang bangun pemerintah tapi yang melaksanakan Pertamina," katanya.
Sebelumnya Koordinator Bulanan DEN Sonny Keraf meminta agar pemerintah dapat memanfaatkan penurunan harga minyak yang terjadi dengan membangun dan menimbun sebanyak-banyak tangki penimbunan. Langkah ini diyakini akan menguntungkan Indonesia, karena akan memiliki banyak cadangan minyak di saat harga emas hitam kembali naik suatu saat nanti.
"Kami khawatir dengan cadangan energi nasional yang Indonesia punya. Kalau bisa beli minyak dan langsung stok dengan berbagai cara seperti menggunakan tangki minyak (timbun), tentunya akan bermanfaat ketika harga kembali naik," ujar Sonny.
Namun Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Naryanto Wagimin mengatakan diperlukan waktu yang lama untuk membangun kilang minyak penimbunan seperti usulan DEN.
"Mustahil dalam waktu dekat apalagi injeksi minyak ke reservoir yang lama. Kalau pada akhirnya membangun kilang penimbunan untuk cadangan energi, saya rasa harga minyak akan rebound lagi sebelum fasilitas itu jadi," ungkapnya. Menurut Naryanto, saat ini kapasitas kilang minyak penimbunan milik Pertamina hanya mencapai 21 hari. (gen)
"Itu usulan yang baik dan sudah lama kita seharusnya punya itu. Tapi kesempatannya belum ada. Jangankan cadangan minyak, untuk biaya subsidi BBM saja tiap tahun habis ratusan triliun," kata Sudirman di Jakarta, Kamis (15/1).
Selama ini lanjut Sudirman, Indonesia hanya memiliki tempat penampung cadangan minyak untuk konsumsi bukan cadangan minyak strategis yang bisa dimanfaatkan sewaktu-waktu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pemerintah akan menyerahkan pembangunan tangki penimbun kepada PT Pertamina (Persero) dengan kapasitas daya tampung selama 30 hari. "Yang bangun pemerintah tapi yang melaksanakan Pertamina," katanya.
"Kami khawatir dengan cadangan energi nasional yang Indonesia punya. Kalau bisa beli minyak dan langsung stok dengan berbagai cara seperti menggunakan tangki minyak (timbun), tentunya akan bermanfaat ketika harga kembali naik," ujar Sonny.
Namun Pelaksana tugas Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Naryanto Wagimin mengatakan diperlukan waktu yang lama untuk membangun kilang minyak penimbunan seperti usulan DEN.
"Mustahil dalam waktu dekat apalagi injeksi minyak ke reservoir yang lama. Kalau pada akhirnya membangun kilang penimbunan untuk cadangan energi, saya rasa harga minyak akan rebound lagi sebelum fasilitas itu jadi," ungkapnya. Menurut Naryanto, saat ini kapasitas kilang minyak penimbunan milik Pertamina hanya mencapai 21 hari. (gen)