Sebelumnya pada Jumat (16/1), Presiden Joko Widodo telah mengumumkan penurunan harga jual BBM jenis Solar menjadi Rp 6.400 per liter dari angka Rp 7.250 per liter atau turun Rp 850 per liter. Sementara harga jual BBM jenis Premium (oktan 88) diturunkan Rp 1.000 per liter dari Rp 7.600 per liter menjadi Rp 6.600 per liter untuk beberapa daerah penugasan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lebih lanjut, penurunan harga bahan bakar belum menimbulkan antrian panjang di sejumlah SPBU di wilayah Depok dan Jakarta Selatan, baik milik Pertamina maupun Shell. Kondisi ini bertolak belakang dengan kondisi ketika pemerintah mengumumkan kenaikan harga jual premium dan solar pada 17 November 2014.
Direktur Pemasaran Pertamina Ahmad Bambang mengatakan penurunan harga pertamax tak lepas dari terus turunnya harga minyak dunia yang saat ini sudah berada di bawah US$ 50 per barel.
"Mulai berlakunya harga baru sama dengan premium dan solar," kata Ahmad di Jakarta, Jumat (16/1).
Dengan demikian artinya harga pertamax akan diberlakukan mulai Senin dini hari (19/1) pukul 00.00. Namun, Ahmad menegaskan, penentuan harga ini akan berbeda-beda karena mempertimbangkan lokasi SPBU. (gir/gir)