Namun Menteri BUMN Rini Soemarno menilai suntikan modal ke perusahaan BUMN masih sangat diperlukan meskipun perusahaan tersebut sudah menjadi perusahaan terbuka. PMN dilakukan agar negara tetap memiliki saham di perusahaan BUMN tersebut.
"Kalau pemerintah tidak mau delusi (pengurangan saham negara) maka harus tunggu pernyataan modal negara. Tapi kalau diijinkan delusi ya memang tidak perlu," kata Rini saat ditemui usai rapat kerja pembahasan RAPBN 2015 di gedung DPR, Jakarta, Selasa malam.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pada dasarnya tentunya dari kami kejelasannya meneruskan kejelasan secara detail, saya rasa tanggapan anggota Banggar memang perlu mendapat penjelasan yang mendalam," ujarnya.
"Saya sangat paham BUMN. Problem bukan modal tapi problem BUMN kita karena salah urus. Direksi enggak punya kapabilitas. Harapan saya sebagai menteri baru, tempatkan direksi BUMN yang punya kapabilitas dan pahami BUMN," kata Sukur. (ded/ded)