Sebelumnya, Jonan menargetkan penurunan biaya logistik dalam 5 tahun ke depan karena adanya perbedaan harga barang yang kontras antara wilayah Barat Indonesia dengan wilayah Timur Indonesia. Nantinya, pemerintah bakal mendorong distribusi logistik secara merata.
"Jadi, untuk wilayah mayoritas Idonesia bagian tengah dan timur kami akan mendorong PT Pelni untuk memperlakukan freight liner. Freight liner adalah angkutan kapal barang yang berjadwal, kalau sekarang kapal penumpang berjadwal itu ada, tapi untuk barang tidak ada," ujar Jonan saat rapat kerja mengenai RAPBN 2015 di gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dia mengungkapkan kapal barang yang beroperasi saat ini hanya menunggu barang di pelabuhan hingga barang datang dan ketika barang datang, barulah kapal tersebut berlayar. "Kapal barang selama ini disini di Tanjung Priok, dan menunggu. Jadi seperti metro mini, kalau tidak penuh tidak jalan," katanya.
"Misalnya kapal 10 ribu ton, dia bisa ngangkut 7 ribu ton, 7 ribu ton nya itu pemerintah yang akan bayar," katanya. (gir/gir)