PROYEK PEMBANGKIT

Demi Jokowi, Tahun Ini PLN Cari Utang Rp 27,16 Triliun

Diemas Kresna Duta, CNN Indonesia | Rabu, 21/01/2015 20:23 WIB
Semester I 2015, PLN akan menerbitkan global bond untuk mendanai belanja modal tahun ini. Dirut PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) Sofyan Basir dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VII DPR RI, Komplek Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu, 21 Januari 2015. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Titah Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar PT PLN (Persero) dapat membangun pembangkit listrik 10 ribu megawatt (MW), bagian dari proyek 35 ribu MW selama lima tahun ke depan disikapi dengan serius oleh manajemen BUMN ketenagalistrikan tersebut. Dari hitungan perkiraan belanja modal Rp 60,2 triliun yang akan dihabiskan tahun ini, PLN masih kekurangan Rp 27,16 triliun yang akan dipenuhi dengan berutang.

Direktur Utama (Dirut) PLN Sofyan Basir menjelaskan setidaknya ada dua skenario penarikan pinjaman yang akan dilakukan perseroan yaitu mencari pinjaman bank serta menerbitkan surat utang atau obligasi global maupun domestik. "Rencananya (global bond) diterbitkan semester I tahun ini. Kami masih terus kaji untuk besarannya," ujar Sofyan di Jakarta, Rabu (21/1) malam.

Direktur Keuangan PLN Sarwono Sudarto menjelaskan, manajemen PLN akan fokus memenuhi kekurangan belanja modal dari pinjaman. Sebab sebagian besar kebutuhan belanja modal atau Rp 33,04 triliun sudah dipastikan akan dipenuhi dari kas internal Rp 21,34 triliun, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Rp 3,73 triliun, alokasi subsidiary loan agreement (SLA) pemerintah Rp 3,32 triliun, dan pinjaman siaga sindikasi perbankan nasional Rp 4,63 triliun.


"Detilnya nanti saja, yang pasti beberapa skenario akan kami jalankan untuk menutupi kebutuhan belanja modal,” kata Sarwono.

Sesuai Program Kerja PLN tahun ini, perseroan akan menggunakan belanja modalnya untuk membangun sejumlah pembangkit dan fasilitas listrik meliputi:
1. Pembangkit listrik non BBM total 4.033 MW
2. Pembelian dari IPP Financial Close total 3.476 MW
3. Pembangunan transmisi sepanjang 4.116 Km
4. Pembangunan Gardu Induk total sebesar 7.240 MVA (Mega Volt Ampere)
5. Pembangunan gardu distribusi mencapai 3.757 MVA
6. Pembangunan jaringan distribusi sebanyak 3,595 juta
7. Pembangunan jaringan distribusi tegangan rendah dengan total 20,474 Km
8. Pembangunan jaringan distribusi tegangan menengah 15,389 km (gen)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK