Sudirman berharap, perusahaan-perusahaan IPP berpengalaman tersebut diharapkan bisa membangun setidaknya sepertiga dari total pembangkit listrik 35 ribu MW atau sekitar 12.000 MW. “Kalau mereka menyanggupi, PT PLN (Persero) bisa melakukan mekanisme penunjukan langsung pembangunan pembangkit ekspansi,” kata Sudirman di Jakarta, Selasa (20/1).
Menurut Sudirman, mekanisme penunjukan langsung tersebut akan mempercepat proses pembangunan 35 ribu MW pembangkit listrik yang akan dikerjakan pemerintah dalam lima tahun ke depan. “Tidak perlu lama lagi prosesnya. Kalau memenuhi syarat langsung lakukan due diligence (uji tuntas)," ujarnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saat ini, pemerintah mencatat ada 24 perusahaan IPP yang beroperasi di Indonesia, beberapa diantaranya adalah PT Dalle Energy yang mengerjakan PLTU 1 Jawa Timur atau PLTU Pacitan 2x315 MW, dan PT Mitra Selaras Hutama Energi yang mengerjakan PLTU 2 Jawa Timur atau dikenal dengan nama PLTU Paiton Baru 660 MW.
Permudah Perizinan
“Melalui layanan terpadu satu pintu, saya sudah tempatkan satu orang pejabat Eselon I dan staf terkait untuk fokus menyelesaikan perizinan-perizinan ketenagalistrikan di BKPM. Kalau dulu mengurus izin listrik harus keliling dari satu Kementerian ke Kementerian lain, nanti tinggal diselesaikan disana saja” ujarnya. (gen)