Seperti diketahui, Joko Widodo memberikan tenggang waktu enam bulan bagi Franky Sibarani untuk membentuk PTSP sejak diangkat sebagai Kepala BKPM pada 27 November 2014. Belum genap dua bulan, target itu telah direalisasikan mantan Sekretaris Jenderal Gabungan Pengusaha Industri Makanan dan Minuman Indonesia (Gapmmi) tersebut.
"Saya ucapkan terima kasih kepada 22 kementerian yang semua perizinan sudah kita tarik ke BKPM," ujar Joko Widodo ketika meresmikan PTSP di kantor BKPM, Senin (26/1).
Kendati secara fisik dan sistem sudah terwujud, Presiden menegaskan akan mengawasi efektifitas pelaksanaannya. Dia menekankan dengan beroperasinya PTSP di bawah BKPM, maka proses perizinan investasi harus lebih cepat dan sederhana dibandingkan sebelumnya.
"Secara detail akan saya ikuti apakah betul-betul lebih cepat dari kemarin, apakah betul-betul pelayanannya lebih baik dari kemarin," ujarnya menegaskan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Acara tersebut juga dihadiri oleh puluhan perwakilan investor asing, baik dari kedutaan besar maupun kantor dagang dari negara-negara investor.
Pada saat soft launching PTSP, Kamis (15/1), Kepala BKPM Franky Sibarani mengatakan pihaknya akan terus melakukan evaluasi untuk perbaikan agar perizinan lebih cepat, sederhana, transparan, dan terintegrasi.
“Tentunya kementerian dan lembaga yang ada di PTSP pusat sudah baik, ada 17 kementerian dan lembaga serta dua nonkemen terian yang menempatkan 66 petugas penghubung di BKPM,“ jelasnya.
Pelayanan perizinan terintegrasi mencakup bidang kelistrikan, industri, kawasan industri, kawasan pariwisata, dan pertanian. BKPM juga melayani perizinan tidak terintegrasi kepada 134 kelompok perizinan dari 1.249 bidang usaha. (ags/ags)