Kecelakaan Terjadi Lagi di Tambang Freeport, Satu Tewas

Diemas Kresna Duta, CNN Indonesia | Senin, 26/01/2015 16:30 WIB
Kecelakaan yang menelan korban kembali terjadi di pertambangan Freeport. Pemerintah mengirim dua inspektur tambang untuk mengetahui kronologi kejadian. Ilustrasi pertambangan (Antara Foto/Ahmad Subaidi)
Jakarta, CNN Indonesia -- Aktivitas pertambangan PT Freeport Indonesia di Papua kembali memakan korban jiwa. Sabtu lalu (24/1), satu orang pekerja Freeport dikabarkan tewas terjepit mobil operasional di area pertambangan Enggros Yard, Mile 74.

"Kejadiannya sekitar pukul 13.30. Korban sempat dibawa ke Rumah Sakit Tembagapura tapi enggak bisa diselamatkan dan meninggal hari Minggu (25/1) pukul 07.00," kata Direktur Teknik dan Lingkungan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Bambang Susigit, di Jakarta, Senin (26/1).

Guna menindaklanjuti kasus ini, Bambang bilang, Kementerian ESDM akan mengirim dua inspektur tambang demi mengetahui kronologi kejadian. Ia pun belum berani mengambil kesimpulan dan sanksi untuk manajemen Freeport atas kejadian tersebut.


"Yang pasti kejadian ini merupakan aktivitas pertambangan. Dua inspektur akan berangkat malam ini untuk melakukan investigasi esok hari," ujarnya.

Berdasarkan catatan CNN Indonesia, kejadian yang menewaskan satu orang ini kian menambah panjang daftar kecelakaan yang menimpa pegawai perusahaan tambang asal Amerika Serikat tersebut. Tahun lalu, sedikitnya 5 orang tewas akibat kecelakaan mobil di wilayah kerja pertambangan terbuka dan tambang bawah tanah Grassberg. Adapun pada 2013 sebanyak 28 orang pekerja tewas akibat runtuhnya terowongan tambang bawah tanah Big Gossan.

Kejadian ini menjadi catatan khusus dalam proses perpanjangan izin operasi Freeport. Sebelumnya, Menteri ESDM Sudirman Said, pada Kamis (23/1) lalu, menyatakan Freeport telah meningkatkan standar keselamatan kerja. "Keselamatan kerja memang menjadi salah satu poin yang ditekankan dalam upaya perpanjangan izin operasi. Kami belum berani ambil sikap sebelum hasil investigasi selesai," kata Bambang.

Manajemen Freeport membenarkan adanya kecelakaan dan jatuhnya korban jiwa akibat kecelakaan tersebut. "(Korban) sudah diberangkatkan ke rumah duka di Makassar menggunakan penerbangan AirFast," kata Vice President Corporate Communication Freeport, Daisy Primayanti, di Jakarta, Senin (26/1).
(dim/ded)