Tahun ini, pembangunan jaringan gas akan dilakukan sebanyak 8 ribu sambungan rumah yaitu sebanyak 4 ribu sambungan di Balikpapan dan 4 ribu sambungan di Lhoksukon (Aceh). Angka ini lebih rendah dibandingkan jumlah sambungan jaringan gas yang dibuat pemerintah pada tahun lalu sebanyak 16.953 sambungan rumah.
Tahun lalu pemerintah membangun jaringan gas sebanyak 16.953 sambungan rumah, yaitu di Bekasi sebanyak 3.949, Bulungan 3.300, Lhokseumawe 3.997, Sidoardjo 1.707, dan Semarang 4 ribu sambungan rumah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Terkait pembangunan jargas ini, Pemerintah telah menyusun roadmap hingga tahun 2019. Untuk tahun 2016, jargas rencananya akan dibangun di Cilegon dan Pekanbaru sebanyak 8 ribu sambungan rumah. Dilanjutkan pada 2017, akan dilaksanakan di Kutai Kartanegara dan Musi Banyuasin sebanyak 8 ribu sambungan.
Pembangunan jaringan gas untuk rumah tangga merupakan upaya Pemerintah meningkatkan sumber daya lokal demi mencapai ketahanan energi serta memberikan energi yang murah dan bersih bagi masyarakat.
Pembangunan jaringan gas juga bertujuan mengurangi ketergantungan impor elpiji yang jumlahnya cukup besar. Setiap tahunnya, kebutuhan elpiji Indonesia mencapai 4,5 juta ton. Sedangkan hasil produksi kilang dalam negeri hanya 2,5 juta ton. Ini berarti hampir 50 persen kebutuhan elpiji harus diimpor. (gen)