Pemerintah Minta Smelter, Freeport Usul Bangun Industri Hilir
Giras Pasopati | CNN Indonesia
Sabtu, 24 Jan 2015 07:13 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan tambang asal Amerika Serikat PT Freeport Indonesia mengusulkan pembangunan industri hilir produk tembaga di Provinsi Papua guna memenuhi salah satu klausul dalam amandeman kontrak karya dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).
Pemerintah sendiri sebelumnya lebih menghendaki manajemen Freeport untuk membangun smelter di Papua, dengan pertimbangan berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah jika rencana kegiatan produksi tambang bawah tanah di wilayah kerja Big Gossan, DOZ, dan Grasberg disetujui, maka Freeport sudah memiliki smelter tambahan di Papua untuk mengolah bahan galian dari tambang tersebut.
Terkait usulan pembangunan industri hilir tembaga di Papua, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM R. Sukhyar yang seharian kemarin (23/1) bertemu dengan manajamen Freeport menuturkan nantinya bahan baku industri tersebut berasal dari pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) yang dibangun Freeport di Gresik, Jawa Timur serta dari PT Smelting.
"Kan sudah ada produksi tembaga bisa di angkut ke Papua, bangun industri hilir," kata Sukhyar di Jakarta, Jumat (23/1). Dia menjelaskan industri hilir yang diusulkan untuk dibangun tersebut antara lain pipa, tembaga aloy serta pelat baja.
Meskipun Sukhyar menilai industri hilir tersebut bakal lebih cepat terealisasi pembangunannya, namun pemerintah tetap meminta smelter tetap dibangun di Papua.
“Membangun smelter di Papua itu memang butuh waktu panjang," ujar Sukhyar. (gen)
Pemerintah sendiri sebelumnya lebih menghendaki manajemen Freeport untuk membangun smelter di Papua, dengan pertimbangan berbagai pertimbangan. Salah satunya adalah jika rencana kegiatan produksi tambang bawah tanah di wilayah kerja Big Gossan, DOZ, dan Grasberg disetujui, maka Freeport sudah memiliki smelter tambahan di Papua untuk mengolah bahan galian dari tambang tersebut.
Terkait usulan pembangunan industri hilir tembaga di Papua, Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM R. Sukhyar yang seharian kemarin (23/1) bertemu dengan manajamen Freeport menuturkan nantinya bahan baku industri tersebut berasal dari pabrik pengolahan dan pemurnian mineral (smelter) yang dibangun Freeport di Gresik, Jawa Timur serta dari PT Smelting.
"Kan sudah ada produksi tembaga bisa di angkut ke Papua, bangun industri hilir," kata Sukhyar di Jakarta, Jumat (23/1). Dia menjelaskan industri hilir yang diusulkan untuk dibangun tersebut antara lain pipa, tembaga aloy serta pelat baja.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
“Membangun smelter di Papua itu memang butuh waktu panjang," ujar Sukhyar. (gen)