Embargo ekonomi internasional pada akhirnya membuat Air Koryo tak bebas bergerak. Armadanya hanya 30 unit pesawat—sebagian besar adalah pesawat buatan era Soviet. Meski begitu, maskapai ini mampu melayani penerbangan ke 14 bandar udara di enam negara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Profesor Sung-Yoon Lee, pengajar Korea di Fletcher School of Law and Diplomacy pada Tufts University di Massachusetts, mengatakan alasan pelarangan terbang sebetulnya lebih kepada masalah politik ketimbang keselamatan terbang. Buktinya, riwayat keselamatan terbang maskapai Korea Utara terbilang bagus.
Tapi itu yang tercatat ke dunia luar. Tak diketahui bagaimana performa Air Koryo dalam penerbangan domestik. Maklum, pemerintah Korea Utara sangat mengontrol informasi yang masuk dan keluar dari negara itu.
Dengan armada hanya 30 unit, maskapai Air Koryo terlalu kecil bila dibandingkan dengan negara tetangganya, Korea Selatan. Korean Air Lines dari Selatan memiliki 160 armada paling modern dan mahal, termasuk pesawat bertubuh besar, Airbus A380 dan Boeing 747-800 yang terbang ke 130 kota di 45 negara.
Booking Online, Bisa
Air Koryo pun sudah melayani pemesanan tiket pesawat via online sejak 2012 lalu. Tiket yang dijual online adalah penerbangan dari Pyongyang ke Beijing dan Senyang di Tiongkok, dan ke Vladivostok, Rusia.
Situs pemesanan online di www.airkoryo.com.kp/en itu menjanjikan layanan booking dan penjualan tiket online yang lebih cepat, lebih mudah, dan dapat dipercaya. Tapi kantor berita Telegraph melaporkan sebaliknya. Responsnya lambat, beberapa pencarian penerbangan tiada hasil, dan munculnya pesan error di layar.
(ded/ded)