Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro menjelaskan MPN G2 akan mempermudah wajib pajak, wajib bayar, dan wajib setor untuk melunasi kewajiban perpajakannya secara elektronik.
“Nantinya, semua setoran dapat diaplikasikan dengan lebih praktis, cepat dan aman melalui internet banking, mobile banking, Anjungan Tunai Mandiri (ATM) ataupun mesin Electronic Data Capture (EDC), maupun setor melalui teller bank,” ujar Bambang dikutip dari laman Kementerian Keuangan, Selasa (17/2).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Sigit Priadi Pramudito juga mengaku telah menyiapkan sejumlah terobosan untuk memastikan target penerimaan pajak tahun ini tercapai. Terobosan-terobosan itu antara lain, perbaikan regulasi baik dalam rangka memperluas basis pajak maupun untuk mendukung penegakan hukum. Kemudian terobosan di bidang penagihan aktif khususnya melalui blokir rekening, penyitaan aset, pencegahan ke laur negeri dan penyanderaan (gijzeling).
Terobosan juga dilakukan di bidang administrasi dan pengawasan berbasis IT yang meliputi implementasi taxi nvoice secara menyeluruh, perbaikan basis data perpajakan, digitalisasi SPT dan implementasi e-SPT e-Filing, implementasi cash register dan Electronic Data Capturing (EDC) yang online dengan administrasi perpajakan, pengawasan wajib pajak berbasis risiko dan berbasis IT yakni aplikasi profile berbasis web (Approweb), compliance risk management (CRM) dan aplikasi agregat.
Terobosan-terobosan itu akan didukung dengan penguatan fungsi Center for Tax Analysis (CTA). Di samping itu, akan dilakukan implementasi tax clearance atas kegiatan pelayanan public, misalnya SIUP, IMB dan kegiatan ekonomi lainnya, misalnya pengajuan pinjam/kredit dan pengajuan tender (online system) (gen)