"Dari produk Spin mereka rugi sekitar US$ 200 juta. Kenapa diteruskan kalau rugi, karena itu mereka menjelaskan mau melakukan branding ulang," kata Saleh di Jakarta, Senin (1/3).
Berdasarkan informasi yang dihimpun CNN Indonesia, mulai Juni 2015 General Motor akan menutup pabrik sekaligus menghentikan produksi Chevrolet Spin di Indonesia. Meski begitu, Direktur Industri Alat Transportasi Darat Kementerian Perindustrian Soerjono mengungkapkan pabrikan mobil asal Amerika Serikat itu masih akan memproduksi mobil Chevrolet Spin hingga Juni.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kesempatan yang sama, Chief Financial Officer GM Indonesia, Pranav Bhatt mengungkapkan pasca dihentikannya produksi Chevrolet Spin jajarannya masih akan memberikan layanan aftersales untuk produk ini.
"Nantinya kami hanya akan berfokus pada penjualan produk SUV dan Pickups. Tapi kami akan tetap menyiapkan aftersales produk Chevrolet entah dari Brasil atau dari mana," ujar Pranav. (gen)