"Sekarang masih di work out dulu proyek-proyeknya secara lebih detail. Intinya supaya program infrastruktur prioritas pemerintah terjamin dan bisa terlaksana seperti yang diinginkan," kata Sofyan usai bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di kantornya, Jakarta, Senin (2/3).
Sebelumnya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-Pera) menegaskan akan memanfaatkan utang asing sebesar Rp 9,34 triliun, atau delapan sampai sepuluh persen dari total anggaran belanja Kementerian tahun ini di angka Rp 116,8 triliun untuk mengerjakan sejumlah proyek.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pinjaman yang akan dimanfaatkan tersebut berasal dari World Bank, Asian Development Bank (ADB), Japan International Cooperation Agency (JICA), serta lembaga donor lain.
Namun, Sofyan mengaku belum bisa memastikan berapa besar utang luar negeri yang akan dialokasikan pemerintah untuk mengerjakan program Menteri PU-Pera tersebut.
"Ini harus detail lagi, harus membereskan dan mendetailkan untuk dimasukkan ke blue book," kata Sofyan. (gen)