Menteri Rini: Bank BUMN Syariah Sebaiknya Dimerger

Safyra Primadhyta, CNN Indonesia | Jumat, 06/03/2015 11:07 WIB
Menteri Rini: Bank BUMN Syariah Sebaiknya Dimerger Menteri BUMN Rini Soemarno menjawab pertanyaan wartawan usai menghadiri rapat koordinasi dengan sejumlah menteri di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Senin (2/2).(Antara Foto/Sigit Kurniawan)
Jakarta, CNN Indonesia -- Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno mewacanakan kembali penggabungan atau merger perbankan pelat merah syariah. Namun, dia belum dapat memastikan bentuk akhir dari holding bank syariah milik negara nantinya.

Saat ini, terdapat tiga bank syariah yang merupakan aviliasi dari bank BUMN, yakni PT Bank Syariah Mandiri, PT Bank BNI Syariah, dan PT Bank BRI Syariah. Selain itu, terdapat pula satu Unit Usaha Syariah (UUS) milik PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN).

“Saya belum bisa memastikan bagaimana strukturnya ya tapi kemungkinan besar sebetulnya yang terbaik di-merge,” kata Menteri Rini di Kantor BUMN, Jumat (6/3).


Menurutnya, mayoritas penduduk Indonesia beragama Islam, maka selaiknya Indonesia memiliki satu bank syariah yang besar. Namun, Rini mengungkapkan Kementerian BUMN masih membicarakan wacana tersebut dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Memang OJK itu mengusulkan demikian dan saya rasa memang juga sangat baik karena kita belum punya bank syariah betul-betul besar sedangkan kita sebagai negara muslim, penduduk (muslim)nya terbesar di dunia,” ujar Rini.

Sebelumnya, OJK optimistis perbankan syariah pelat merah bisa menjadi lokomotif pengembangan ekonomi syariah ke depan apabila merger antara tiga bank syariah pelat dan satu UUS pelat merah tersebut berhasil. Dengan adanya merger, diharapkan bank syariah pelat merah mampu bersaing dengan bank syariah swasta. (ags/ags)