Ketua Satgas Anti Illegal Fishing Mas Achmad Sentosa mengatakan saat mengecek KM Haslindo milik PT Sumber Haslindo, Tim Anev menemukan kejanggalan. VMS tersebut terlacak oleh tim Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) aktif di kapal yang tengah berlayar, padahal lima kapal milik Haslindo saat ini tengah bersandar di Pelabuhan Muara Baru.
"VMS mereka dialihkan ke kapal lain. Nanti kita cek persoalannya kesalahannya di kami apa mereka," ujar Mas Achmad Sentosa ketika melakukan verifikasi lapangan di Pelabuhan Perikanan Nizam Zachman, Muara Baru, Jakarta Utara, Jumat (20/3).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Edi, kapal-kapal Haslindo rata-rata memiliki kapasitas mesin 400 GT dengan wilayah operasi penangkapan ikan Tuna sehari-harinya di perairan Samudera Hindia. Kapal-kapal tersebut didatangkan dari luar negeri, tepatny apabrikan Jepang. Namun, dia menolak jika kapal-kapalnya disebut milik asing.
Namun, Edi tidak bisa mengelak mengenai kalau Surat Izin Penangkap Ikan (SIPI) yang dipegangnya sudah kadaluwarsa hampir dua tahun. Dia mengaku baru telat mengurus perpanjangan izin ke KKP karena kendala biaya operasional.
"Tepatnya kapan saya lupa. Tapi izin lima-lima nya mati semua," ujar Edi. (ags/gen)