Jokowi: Penunjukkan Komisaris BUMN Lalui Proses Seleksi

Gentur Putro Jati, CNN Indonesia | Selasa, 24/03/2015 11:25 WIB
Jokowi: Penunjukkan Komisaris BUMN Lalui Proses Seleksi Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Wapres Jusuf Kalla dan jajaran menteri Kabinet Kerja memberikan keterangan pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Minggu (22/3). (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan terpilihnya sejumlah politisi maupun tim relawan sebagai komisaris di beberapa Badan Usaha Milik Negara (BUMN) sudah melalui proses seleksi. Ketatnya proses seleksi yang harus dilalui, membuat Jokowi menilai masyarakat seharusnya tidak mempersoalkan hal tersebut.

“Yang jelas semuanya memakai proses seleksi,” ujar Jokowi dikutip dari laman Sekretariat Kabinet, Selasa (24/3).

Menurut Jokowi, proses seleksi tersebut menunjukkan kapabilitas dari seluruh individu yang dipercaya pemegang saham BUMN untuk menduduki kursi komisaris perusahaan.


“Coba saja dilihat, kalau memang dianggap tidak capable, tidak punya kemampuan, tidak mengerti manajemen ya coba saja dilihat nanti,” kata Jokowi.

Dia menegaskan, pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas BUMN menerapkan perlakuan yang sama bagi seluruh komisaris yang ditunjuk. Baik itu yang memiliki latar belakang profesional maupun politik.

“Komisaris itu bukan hanya sekadar pajangan. Tidak, yang jelas semuanya harus bekerja,” ujarnya. Dia mengaku tidak mengetahui siapa saja politisi atau mantan relawan yang sejak dirinya menjabat sebagai Presiden ditetapkan menjadi komisaris BUMN.

“Pemerintah ingin BUMN ke depan jadi motor penggerak ekonomi terutama infrastruktur. Jadi, jangan dianggap kami main-main,” tegasnya.

Sejumlah nama politisi dan mantan relawan ditetapkan rapat umum pemegang saham (RUPS) BUMN ke dalam jajaran komisaris di antaranya:

- Darmin Nasution dan Cahaya Dwi Rembulan Sinaga di Bank Mandiri
- Rizal Ramli, Pataniari Siahaan, Revrison Baswir, dan Anny Ratnawati di Bank BNI
- Mustafa Abubakar, Sonny Keraf, dan Jeffry Wurangian di Bank BRI
- Refly Harun di Jasa Marga
- Hendri Saparini dan Dolfie Othniel Frederic Palit di Telkom
- Diaz Hendroprijono di Telkomsel
- Hironimus Hilapok di Adhi Karya (gen)