Jokowi Maklumi Masih Rendahnya Realisasi Penerimaan Pajak

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Kamis, 19/03/2015 15:34 WIB
Jokowi Maklumi Masih Rendahnya Realisasi Penerimaan Pajak Presiden Joko Widodo menyerahkan laporan Surat Pemberitahuan Pajak Tahunan di kantor pusat Ditjen Pajak, Jakarta, Kamis (19/3). (CNN Indonesia/Elisa Valenta Sari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini (19/3) mendatangi Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan (Ditjen Pajak Kemenkeu) yang terletak di jalan Gatot Subroto, Jakarta Pusat untuk menyerahkan laporan surat pemberitahuan tahunan (SPT) pajak. Mendapati laporan realisasi penerimaan pajak baru mencapai Rp 160 triliun sampai Maret 2015, Jokowi mengaku bisa memahami kondisi tersebut.

Jika dibandingkan dengan target dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (APBNP) 2015 yang meminta asupan penerimaan pajak sebesar Rp 1.294,3 triliun, maka realisasi sebesar Rp 160 triliun itu baru memenuhi 12,36 persen dari target.

"Biasa di awal-awal bulan ini sedikit, tapi di bulan-bulan pertengahan akan meningkat. Kalau dulu kan biasanya ramenya bulan November-Desember kalau sekarang kan sudah dimulai, awal-awal," kata Jokowi di Kantor Pusat Dirjen Pajak.


Selain menyerahkan SPT, Jokowi yang didampingi Menteri Keuangan Bambang P.S. Brodjonegoro dan Direktur Jenderal Pajak Sigit Priadi Pramudito juga melakukan inspeksi ke ruangan yang ada di kantor tersebut.

"Dan saya tadi juga ke ruangan khusus analisa pajak, saya kira sudah sangat komplit sekali dan sistemnya sangat bagus sekali," ujar Jokowi.

Ruangan yang dimaksud Jokowi adalah ruangan khusus bagi pegawai pajak memantau hasil analisa perhitungan kewajiban bayar para wajib pajak yang telah terdata. Dari ruangan tersebut, nantinya data-data mengenai rekam jejak dan potensi wajib pajak dapat tercatat dengan lengkap.

"Targetnya sudah jelas sekali kalau kurang bayar berapa, kalau kelebihan bayar berapa, kelihatan sekali tadi ditunjukan di ruangan analisa itu," katanya.

Jokowi pun optimis dengan kelengkapan sistem teknologi yang semakin canggih maka target penerimaan negara yang berasal dari pajak Rp. 1.294,3 triliun mampu tercapai meski di awal tahun ini masih rendah. (gen)