JICA diketahui merupakan calon investor yang paling serius menggarap proyek tersebut dengan telah menyelesaikan studi kelayakan sebelum akhirnya memutuskan mundur dari proyek tersebut karena menilai terlalu banyak kepentingan di Cilamaya.
"Dana (studi kelayakan) kecil, ditanggung (pemerintah) karena kan milik pamerintah," Kata JK usai menghadiri pelantikan pengurus HIPMI di Jakarta, Kamis malam (2/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebelumnya, JK membatalkan rencana pembangunan Pelabuhan Cilamaya. Menurutnya, perairan dekat Karawang penuh dengan fasilitas produksi dan pengolahan minyak dan gas (migas). Salah satunya adalah wilayah kerja Pertamina Offshore North West Java (ONWJ) milik PT Pertamina (Persero). JK menyebut di lokasi itu sudah ada rig, anjungan, pipa, dan fasilitas migas lainnya yang sudah beroperasi.
Dalam perhitungan JICA, jika proyek Cilamaya jadi dilanjutkan maka akan menghabiskan investasi sekitar Rp 34,5 triliun. (gen)