Ekonom Megawati Institute Iman Sugema Dapat Jatah Komut PGN

Safyra Primadhyta & Diemas Kresna Duta, CNN Indonesia | Senin, 06/04/2015 17:54 WIB
Ekonom Megawati Institute Iman Sugema Dapat Jatah Komut PGN Presiden terpilih Joko Widodo (kedua kanan) berbincang dengan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarno Putri saat menghadiri syukuran kemenangan pasangan Jokowi-JK di Denpasar, Bali, Sabtu (30/8).(CNN Indonesia/Wira Suryantala)
Jakarta, CNN Indonesia -- Dewan Ahli Megawati Institute, Iman Sugema, menggeser Mantan Wakil Menteri Pertanian Bayu Krisnamurthi dari kursi Komisaris Utama PT Peruhaan Gas Negara (Persero) atau PGN. Keputusan itu merupakan hasil Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) PGN yang berlangsung pada hari ini, Senin (6/4).

Dari enam komisaris PGN, lima dicopot dan diganti oleh tokoh baru. Selain Iman Sugema, empat komisaris baru PGN adalah Tirta Hidayat, Mohamad Iksan, Paiman Raharjo, dan I Gusti Nyoman Wiratmadja. Hanya Muhamad Zamkhani nama lama yang bertahan dalam jajaran Dewan Komisaris PGN.

Iman Sugema adalah akademisi dari Institut Pertanian Bogor (IPB), yang selama ini dikenal aktif sebagai ekonom vokal. Nama Iman terdaftar di sejumlah lembaga, antara lain International Center for Applied Finance and Economics (Inter-Cafe) dan Institute for Development of Economic and Finance (Indef). Terakhir, dia masuk dalam struktur Tim Dewan Ahli Megawati Institute dan Tim Ekonomi Jokowi-Jusuf Kalla.  


(Baca juga: Saatnya Orang Parpol Jadi Komisaris BUMN)

Sementara itu, Tirta Hidayat tercatat sebagai Deputi Sekretaris Wakil Presiden Bidang Ekonomi. Sebelumnya, Tirta Hidayat merupakan Komisaris PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Mohamad Ikhsan terakhir menjabat sebagai Staf Khusus Wakil Presiden era sebelumnya, Boediono. Dia baru-baru ini dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Indonesia. Kemudian Paiman Raharjo selama ini dikenal sebagai Pengamat Kebijakan Publik Universitas Moestopo. Terakhir I Gusti Nyoman Wiratmadja, pejabat karir di Kementerian ESDM yang saat ini menjabat sebagai Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Migas.

Pada kesempatan berbeda, Wiratmadja mengaku belum mengetahui secara langsung mengenai penunjukkan dirinya menjadi komisaris PGN. Akan tetapi, Guru Besar Institut Teknologi Bandung (ITB) ini berjanji akan memegang amanah dan tugas yang diberikan.
"Bakat saya mendidik di kampus. Honestly saya belum tahu dan PNS (Pegawai Negeri Sipil) ndak boleh nolak kalau ditugaskan, desersi,"  ungkap Wiratmaja yang juga masih mengikuti Seleksi Terbuka Eselon I Kementerian ESDM.

Untuk dewan direksi PGN, RUPS tidak melakukan perubahan struktur.
Hendi Prio Santoso masih dipercaya sebagai Direktur Utama. Demikian pula dengan Mochtar Riza Pahlevi Tabrani masih menjabat sebagai Direktur Keuangan, M. Wahid Sutopo tetap sebagai Direktur Perencanaan Investasi dan Manajemen Risiko.

Selanjutnya, Hendi Kusnadi masih menjabat sebagai Direktur SDM dan Umum, Djoko Saputro bertahan sebagai Direktur Teknologi dan Pengembangan, serta Jobi Triananda Hasjim tetap menjabat Direktur Pengusahaan.


Berikut jajaran komisaris baru PGN:
  • Iman Sugema (Komisaris Utama)
  • Tirta Hidayat (Komisaris)
  • Mohamad Iksan (Komisaris)
  • Paiman Raharjo (Komisaris Independen)
  • I Gusti Nyoman Wiratmadja (Komisaris)
  • Muhamad Zamkhani (Komisaris)

Jajaran komisaris PGN yang digantikan:
  • Bayu Krisnamurthi (Komisaris Utama)
  • Edi Hermantoro (Komisaris)
  • M. Zakhani (Komisaris)
  • Firmanzah (Komisaris)
  • Pudja Sunasa (Komisaris Independen)
  • Widya Purnama (Komisaris)
(ags/ags)