Ketua Kompartemen Industri Gaikindo Made Dana Tangkas menjelaskan, asosiasi menyadari tingginya penggunaan kendaraan bermotor berbahan bakar minyak dari tahun ke tahun akan membuat penyusutan persediaan minyak mentah sebagai bahan baku BBM yang semakin parah.
Menurut Made pengalihan produksi mobil yang menggunakan bahan bakar selain minyak menjadi penting seiring dengan proyeksi penjualan mobil yang mencapai 2 juta unit pada 2020, atau naik sebesar 67 persen dibanding penjualan 2014 yang mencapai 1,2 juta unit. Dari angka penjualan tersebut, Gaikindo berharap sebagian besar proporsinya berupa kendaraan ramah lingkungan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun ia mengatakan, pengembangan produksi kendaraan dengan tenaga terbarukan ini pun juga tak bisa dikelola oleh pelaku industri sendiri. Diperlukan bantuan pemerintah agar masyarakat mau beralih menggunakan kendaraan berbahan bakar alternatif, sehingga penyerapan produksi kendaraan dapat berjalan secara maksimal.
Sementara itu, Menteri Perindustrian Saleh Husin menyampaikan bahwa penggunaan kendaraan dengan bahan bakar selain minyak dapat terlaksana jika diiringi dengan pembangunan sarana pendukung yang memadai.
"Jangan sampai kita dipaksa-paksa bikin converter kit tapi penggunanya tidak tahu mau mengisi bahan bakar dimana," ujar Saleh.
Data Gaikindo menunjukkan bahwa sebanyak 104 juta kendaraan yang menggunakan bahan bakar minyak telah terjual di Indonesia sejak 1980 hingga 2013. Dari angka tersebut, 85 persen merupakan kendaraan bermotor roda dua, 11 persen merupakan kendaraan roda empat, 2 persen merupakan truk, dan sisanya merupakan bus. (gen)