Kisah Pahit Menteri Susi Ketika Ditolak Bank

Elisa Valenta Sari, CNN Indonesia | Senin, 20/04/2015 16:09 WIB
Kisah Pahit Menteri Susi Ketika Ditolak Bank Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Lembaga keuangan agak 'berat' menaruh dananya di sektor sumber daya alam sehingga kerap menjadi masalah bagi para pelaku usaha untuk mendapatkan pendanaan secara besar. Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti adalah salah satu 'korbannya'.

Dia menceritakan sulitnya mendapat kepercayaan dari bank pada saat ia pertama kali membangun usahanya. Dengan latar belakang hanya lulusan sekolah menengah waktu itu, ia pernah mengajukan proposal pendanaan untuk membeli pesawat yang nantinya digunakan untuk mengangkut hasil perikanan dari pabrik miliknya, tapi ditolak.

"Saya pernah mengalami sulitnya mendapat kepercayaan dari bank untuk membangun usaha dari nol, ketika saya sudah bisa ekspor ke Jepang tahun 1996, saya mulai mendapat surat letter of credit," kata Susi dalam panel diskusi yang World Economic Forum di Jakarta, Senin (20/40).


Mantan CEO Susi Air itu bercerita, langkah awal dirinya membangun perusahaan penerbangan Susi Air (saat itu tragedi tsunami Aceh tahun 2004) merupakan langkah awal membangun bisnis penyewaan pesawat. Saat tsunami, Susi dengan sukarela mengirimkan pesawatnya, yang biasa digunakan untuk mengangkut lobster dan ikan, terbang ke Aceh untuk mengangkut bantuan logistik.

Namun setelah dua minggu, Susi merasa sudah tidak sanggup lagi dengan alasan finansial. "Lalu ada organisasi yang mau menyewa pesawat saya, dari situlah saya mulai serng menyewakan pesawat," katanya.

Saat ini, Susi Air telah memiliki 50 pesawat. Susi percaya dengan kejujuran dalam berbisnis merupakan kunci dari segalanya. Oleh karena itu ia tidak berani main-main dengan kepercayaan yang telah diberikan oleh konsumen kepadanya.

“Saya selalu bilang kepada konsumen dari Jepang, saya taruh nama saya di Susi Air sebagai garansi kualitas, makanya saya tidak bisa main-main karena nama saya yang dipertaruhkan,” katanya. (ded/ded)