Direktur Utama Adhi Karya, Kiswodarmawan, mengatakan kebutuhan dana untuk moda transportasi massal melonjak dari yang tadinya Rp 1,893 triliun menjadi Rp 2,044 triliun. Ia mengatakan perseroan akan mengurangi alokasi dana untuk stasiun dan properti pendukung, dari yang tadinya Rp 852 miliar ketika menggunakan proyek monorel, menjadi Rp 701 miliar dengan proyek LRT.
"Sehingga total kebutuhan ekuitas untuk dua proyek ini sama, yakni Rp 2,745 triliun," ujar Kiswo saat rapat kerja dengan anggota Komisi VI DPR mengenai izin right issue di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (24/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tetap PMN kami dedikasikan dari awal 100 persen untuk kepentingan ekuitas transportasi massal. Tapi ada sedikit tambahan dari dana publik," kata Kiswo. Adapun dana publik yang diharapkan dapat ditarik sebesar Rp 1,345 triliun dari penerbitan saham baru (right issue) yang disetujui pada Jumat malam kemarin.
Sementara itu, Menteri BUMN Rini Soemarno berharap, dana publik yang dihimpun untuk proyek transprotasi massal tersebut bisa masuk ke Adhi Karya pada Juli 2015.
Dia berharap betul PMN untuk Adhi Karya dapat selesai Juli. "Karena kami harap proyek ini, tahun ini juga bisa dimulai," ucap Rini. (ded/ded)