Matthew Driver, Presiden South East Asia for MasterCard Worldwide mengatakan kesempatan ini mampu menggenjot volume transaksasi debit dan kredit MasterCard yang dimiliki oleh wisatwan di lokasi wisata terkenal di Indonesia, khususnya Bali.
"Pariwisata Indonesia semakin terkenal, kami melihat tahun ini akan ada peningkatan jumlah kartu, khususnya kartu kredit," ujar Matthew kepada CNN Indoenesia di Jakarta Minggu (19/4).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita sudah melakukan kontrak kerjasama dengan ratusan pedagang dan perusahaan di Bali yang bergerak dalam sektor pariwisata, Bali merupakan pasar yang sangat penting," katanya.
Matthew menjelaskan pertumbuhan jumlah kartu kredit dan kartu debit MasterCard pada tahun lalu melampaui pertumbuhan industri, yaitu di atas 50 persen untuk kartu debit dan di atas 10 persen untuk kartu kredit.
“Untuk keduanya, secara total member MasterCard di Indonesia ada sekitar 30 juta. Tahun ini kita harapkan bisa tumbuh 10 persen untuk kartu kredit dan sekitar 30 persen untuk kartu debit,” ujarnya.
Berdasarkan data Statistik Sistem Pembayaran yang dirilis Bank Indonesia, hingga November 2014 jumlah kartu kredit yang beredar sebanyak 15,97 juta keping dengan nilai transaksi kartu kredit mencapai Rp 229,51 triliun atau meningkat dari jumlah yang beredar sepanjang 2013 sebanyak 15,09 juta keping dengan nilai transaksi Rp 223,36 triliun.
Sementara itu, banyaknya kartu debit yang beredar sebanyak 97,20 juta keping dengan nilai transaksi Rp 4.026,19 triliun atau meningkat dibandingkan pada 2013 sebanyak 83,17 juta keping dengan nilai transaksi Rp 3.797,37 triliun. (ded/ded)