Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) mengklaim memberangkatkan 15 pengrajin ke Hong Kong, sedangkan 10 sisanya difasilitasi oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (KUKM).
Nus Nuzulia Ishak, Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kementerian Perdagangan, mengungkapkan Hongkong merupakan hub pusat logistik yang sangat penting di Asia. Partisipasi Indonesia dalam pameran ini diharapkan dapat menarik lebih banyak pembeli dari mancanegara.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hong Kong Gifts and Premium Fair 2015 merupakan pameran produk premium dan cinderamata terbesar di dunia. Di atas area seluas 74.801 meter persegi, lebih dari 4.200 peserta pameran dari 38 negara dan wilayah akan menampilkan produk-produk kerajianan unggulannya.
"Para pengusaha tak hanya ikut pameran, tapi juga kami fasilitasi membangun hubungan bisnis (business-to-business) antara produsen Indonesia dengan pelaku usaha Hong Kong dan internasional,” jelas Nus.
Sebagai informasi, selama periode 2010-2014, tren ekspor produk kerajinan Indonesia ke dunia mengalami pertumbuhan sebesar 2,63 persen. Sementara pertumbuhan ekspor produk kerajinan Indonesia ke Hong Kong selama periode yang sama mencapai 115,37 persen.
Produk kerajinan Indonesia sukses mencatatkan nilai ekspor ke dunia pada 2014 sebesar US$ 694,3 juta, di mana perdagangan ke Hong Kong mencatat angka US$ 39,5 juta. Hal ini menjadikan Hong Kong negara tujuan ekspor ketiga terbesar setelah Amerika Serikat (AS) dan Jepang. Selain ketiga negara tersebut, target utama pasar ekspor produk kerajinan Indonesia lainnya adalah Inggris, Jerman, Australia, Belanda, Republik Korea, Prancis, dan Singapura. (ags/gen)