Gubernur BI Agus D.W. Martowardojo mengatakan kendati harga-harga barang yang bergejolak (volatile food) relatif terkendali, kenaikan biaya transportasi berpotensi memicu inflasi April. Apabila prediksi BI terbukti, maka terjadi pembalikan tren harga yang sebelumnya terjadi deflasi pada dua bulan pertama 2015.
"Komponen terbesar inflasi April terdapat di biaya transportasi. Bahkan kontribusi bisa mencapai 50 persen dari angka inflasi di bulan April," ujar Agus di Jakarta, Rabu (29/1).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Namun kami masih belum bisa memberikan prediksi inflasi tahunan (year-on-year) April. Angkanya masih sekitar 6 persen, tapi yang bisa kami berikan adalah prediksi inflasi bulanan dulu saja," tuturnya.
Inflasi kemudian terjadi pada Maret sebesar 0,17 persen, yang dipicu oleh kenaikan bahan bakar minyak (BBM) dan ongkos transportasi. Meskipun begitu, BI mencatat inflasi inti justru menurun dari 0,34 persen pada Februari menjadi 0,29 persen seiring permintaan domestik yang relatif moderat di tengah penurunan harga komoditas global.
Apabila prediksi BI tepat, maka secara inflasi kumulatif inflasi pada empat bulan pertama 2015 akan mencapai 0,01 persen. Sebelumnya, BI mencatat adanya akumulasi inflasi sebesar -0,43 persen pada kuartal pertama 2015.
(ags/ags)